Log in

Tari Gubang Asahan Terima Sertifikat WBTB 2017

Sertifikat-Tari Gubang Asahan terima sertifikat warisan budaya tak benda 2017 Sertifikat-Tari Gubang Asahan terima sertifikat warisan budaya tak benda 2017

Kisaran-andalas Tari Gubang merupakan tari tradisional Masyarakat Kabupaten Asahan menjadi salah satu penerima sertifikat penetapan karya budaya Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) 2017, dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia yang diterima Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung di Gedung Kesenian Jakarta, kemarin.

Selain Tari Gubang dari Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara juga diberikan empat sertifikat penetapan Warisan Budaya Tak Benda Nasional (WBTB). Di antaranya “Holat” yang merupakan hidangan komplet khas Padang Bolak yang terasa kelat (holat). Toge Panyabungan makanan khas Kota Panyabungan yang berasa manis dan kerap muncul setiap bulan Ramadan.

“Babae” adalah makanan khas dari Nias Selatan yang terbuat dari kacang kedelai atau kacang hijau. Sementara “Genderang Sisibah” adalah seperangkat alat musik terdiri dari sembilan buah (sibah) yang dimainkan oleh delapan hingga sembilan pemusik.

Sementara, Bupati Asahan H Taufan Gama Simatupang melalui Plt Kadis Kominfo Rahmad Hidayat Siregar ketika dikonfirmasi andalas melalui seluler, Minggu (8/10), terkait penerimaan sertifikat penetapan Gubang tari tradisional Asahan menjadi warisan Budaya Tak Benda (WBTB) 2017 mengatakan, merasa bersyukur karena selama ini banyak daerah yang mengklaim tarian Gubang tersebut adalah salah warisan budaya mereka.

"Dengan diterimanya sertifikat penetapan karya budaya Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) 2017. Ini adalah bukti, Gubang tersebut adalah tari tradisional masyarakat Kabupaten Asahan,"katanya.

Rahmat menyebutkan, ke depan sesuai visi misi Bupati Asahan tari tradisional Gubang tersebut maupun tari tradisional lainnya akan lebih dibudayakan, mengingat generasi muda dapat lebih mengetahui serta memahami warisan budaya Kabupaten Asahan.

Informasi dihimpun andalas dari berbagai kalangan pecinta seni budaya di Kabupaten Asahan mengatakan, Tari Tradisional Gubang berasal dari Sungai Paham Kecamatan Sei Kepayang merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Asahan.

Menurut legendanya di Zaman Kerajaan Asahan yakni Raja Margolang, tarian tersebut berasal dari beberapa nelayan yang tidak dapat menjalankan perahunya karena tidak adanya hembusan angin ditengah laut. Kemudian para nelayan tersebut memohon kepada Tuhan untuk didatangkan angin agar perahu yang mereka naiki dapat terus berlayar.

Dengan menyanyikan lagu Aloban Condong, permohonan para nelayan dimaksud belum juga dikabulkan, kemdian para nelayan mengganti lagu dengan menyanyikan lagu Didong mereka persembahkan ternyata dikabulkan dengan datangnya angin yang berhembus dan mendorong perahu maju berlayar kembali.

Tak sampai di situ akibat datangnya hembusan angin tersebut para nelayan berteriak bergembira  dengan datangnya angin, dan melompat–lompat menari di dalam perahu. Selain itu ada juga yang meningkahi gerak tarinya dengan memukul mukulkan dayungnya kesisi perahu sebagai gendang pengiring. Dari legenda inilah kemudian tari Gubang tercipta. (FAS)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 20 Nov 2018 27°C 22°C
  • 21 Nov 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px