Log in

Nasip Simbolon : Pengunjung ke Samosir Tak Perlu Rapid Test, Cukup Protokol Kesehatan

 Wakil Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon. (Andalas/hotdonnaibaho) Wakil Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon. (Andalas/hotdonnaibaho)

Samosir-andalas Pelaku wisata mengeluhkan sikap Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Samosir, yang mengharuskan wisatawan dari luar Samosir harus terlebih dahulu dilakukan rapid test.

Pelaku wisata ini beranggapan, jika rapid test menjadi suatu keharusan bagi wisatawan dari luar Samosir, dapat dipastikan, Kabupaten Samosir sebagai daerah tujuan wisata akan ditinggalkan wisatawan atau bisa saja menjadi mati suri. Dengan alasan, sebelum masuk mereka sudah terbebani dengan biaya rapid test.

Menanggapi keluhan para pelaku wisata ini, Wakil Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon, minta Pemkab Samosir atau GTPP supaya menjalankan Peraturan Bupati (Perbup) mengenai adaptasi baru berdampingan dengan Covid-19 dengan mengutamakan protokol kesehatan.

"Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK.01.07/Menkes/413/2020, tentang pendoman pengendalian dan pencegahan Covid-19. Salah satu point tidak direkomendasikan lagi rapid test untuk mendiagnosa orang yang terinfeksi Covid-19,"kata Nasip Simbolon, kepada harianandalas.com, Kamis (16/07/2020).

Menurut SK Menkes ini, kata dia, aturan baru ini dengan kondisi, screning populasi spesifik dan situasi khusus. Seperti pelaku perjalanan dan kedatangan pekerja migran Indonesia. Artinya pada situasi seperti ini yang diperlukan rapid test, bukan bagi wisatawan.

"Keluhan pelaku wisata itu sangat tepat. Karena semua pihak tidak mengetahui kapan bencana non alam ini berakhir. Padahal sektor pariwisata saat ini harus bisa menghidupkan kembali perekonomiannya,"ujar Nasip.

Dia menyarankan, Pemkab Samosir dan GTPP perlu konsultasi ke GTPP Provsu dan Pusat sistem apa yang tepat dilaksanakan pada adaptasi baru ini. "GTPP Kabupaten Samosir jangan menyalahi aturan lebih tinggi, jangan ada diskriminasi. Karena di kabupaten/kota tidak ada warga yang berkunjung di rapid test,"kata Nasip.

Ketua DPC PKB Samosir ini menambahkan, dalam waktu dekat DPRD Samosir akan melakukan konsultasi dan koordinasi ke kabupaten yang sudah menerapkan adaptasi baru. Di Kabupaten Dairi saja tidak ada dilakukan rapid test, kenapa Samosir sebagai daerah tujuan wisata harus memperlakukan itu.

"Kita juga berharap kepada seluruh pelaku wisata, untuk mengutamakan protokol kesehatan, dengan mengukur suhu tubuh pengunjung sebelum masuk, menyediakan tempat cuci tangan, jaga jarak dan tetap menggunakan masker,"ujarnya.

Sebelumnya, Owner Raja Hotel Parbaba, Amran Julia Sihaloho, mengaku mengalami pembatalan tamu karena surat edaran Pemerintah Kabupaten Samosir karena sangat memberatkan dan menyulitkan.

"Sepertinya surat tersebut tidak sinkron dengan tujuan semula akan mempermudah dunia usaha di Kabupaten Samosir coba ditinjau kembali oleh Dinas Pariwisata," ujar Sihaloho.

Sementara itu, Manajer Hotel Silinting, Setiaman Harefa mengatakan, kewajiban kepada wisatawan membawa hasil rapid test saat ke Samosir merupakan langkah tidak cerdas dan sangat berdampak membuat wisatawan tidak datang ke Samosir.

Sebab, hal itu membuat mereka akan memilih kabupaten lain di Danau Toba yang tidak mempersulit pengunjung."Saya setuju bahwa protokol kesehatanlah yang harus ketat dan tertib diterapkan,"tandasnya.(HN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C