Logo
Print this page

Kelompok Tani BPCD Panen Perdana Madu Hutan

Suasana panen perdana madu hutan di Desa Pangkalan Batu, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat yang diharidi Perwakilan Dinas Kehuatanan Sumut dan Lurah Pangkalan Batu. Suasana panen perdana madu hutan di Desa Pangkalan Batu, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat yang diharidi Perwakilan Dinas Kehuatanan Sumut dan Lurah Pangkalan Batu.

Brandan Barat-andalas Setelah melakukan penanaman kembali 173,4 Ha hutan mangrove di kawasan pesisir Brandan Barat, Kelompok Tani Bina Pesisir Cinta Damai (BPCD) melakukan penangkaran madu hutan. Pada Kamis (16/1) lalu sudah dilakukan panen perdana di areal perkebunan karet di Pangkalan Batu, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, KPH Wilayah I Stabat, Danramil 18 Brandan Barat dan Lurah Pangkalan Batu. Sayang, hasil panen panangkran tersebut masih belum maksimal.

“Seharusnya dipanen setelah berumur 7-8 bulan. Ini baru berumur 5 bulan. Apalagi, saat ini musim kemarau, jadi hasilnya memang tidak maksimal,” ujar Pembina Kelompok Tani BPCD Edward Manik SE yang sehari-hari dipanggil Edo kepada andalas, kemarin.

Walaupun begitu, Edo mengaku tidak kecewa. Sebab, penangkaran masih uji coba. Dia berharap, ke depannya bisa lebih berhasil. "Ini kan bagian dari program kerja KT BPCD. Ada 3 program kerja KT BPCD, yaitu penanaman kembali hutan mangrove, pengembangan wisata mangrove dan kolam pancing serta penangkaran madu hutan," ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kehutanan Sumatera Utara, AS Hutasuhut dalam sambutannya menyambut baik kinerja dari Kelompok Tani BPCD. "Kita memang harus menanam kembali hutan mangrove yang rusak. Artinya, jangan tahunya hanya memotong saja, tapi juga harus mau merehabilitasinya," katanya.

"Sebab, hutan itu bukan saja untuk kita kelola dan manfaatkan, tapi juga harus dijaga dan dipelihara agar tetap lestari dan tidak menimbulkan masalah. Seperti yang kita ketahui kalau hutan dibiarkan rusak, maka bencanalah yang akan dating menimpa,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia meminta seluruh pengurus dan anggota Kelompok Tani BPCD agar tetap kompak, sebab sering terjadi di tengah jalan para pengurus dan anggota pecah kongsi sehingga gagal untuk meraih tujuan.

Hal yang sama dikatakan Danramil 18 Brandan Barat Kapten Arh Utoyo. Menurutnya, penanaman hutan tidak bisa dilakukan sendiri, tapi harus beramai-ramai (keroyokan). Karena itu, harus ada kekompakan.

Sedangkan Lurah Pangkalan Batu Jamilah sedikit mengkritik. Dikatakannya, selama ini belum ada koordinasi yang baik antara kelompok tani dengan pihak kelurahan. Karena itu, dia berharap agar di masa-masa medatang, koordinasi yang lebih baik harus terus ditingkatkan.

"Jadi kesannya kami seperti tidak dianggap. Padahal, kalau kita saling berkoordinasi dan kerja sama yang baik, tentu akan menghasilkan yang lebih baik. Sebagai contoh, setiap kegiatan yang akan dilakukan laporkanlah ke kantor kelurahan, sehingga kalau ada yang bertanya kepada kami, maka kami bisa menjawab atau menjelaskannya,” ujarnya. (BD)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com