Log in

Coklit Pilkada Capai 89 %, KPU Karo Pastikan Satu Minggu ini Clear 100 %

 Ketua KPUD Kabupaten Karo Gemar Tarigan ST Ketua KPUD Kabupaten Karo Gemar Tarigan ST

Kabanjahe-andalas Proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih Pilkada serentak yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karo, sejak 15 Juli 2020 lalu hingga Selasa (04/08/2020) sudah mencapai 89 %.

Dengan waktu yang tersisa, KPUD Karo mengaku, optimistis dapat melakukan verifikasi data pemilih 100 persen sesuai target pelaksanaan hingga 13 Agustus mendatang. Dalam pelaksanaanya pun, coklit dilakukan secara door to door itu tetap mengedepankan protokol Covid-19 secara ketat.

Dari keseluruhan pendataan di 259 desa dan 10 kelurahan di 17 kecamatan se Kabupaten Karo, baru enam kecamatan yang terlaksana 100 %. Sedangkan kecamatan Berastagi baru terlaksana 68,1%. Dalam pelaksanaan pendataan itu sejumlah kendala pun ditemui saat petugas mengunjungi rumah-rumah warga pemilih melakukan coklit yang dilakukan secara door to door.

Hal itu dikatakan Ketua KPUD Kabupaten Karo Gemar Tarigan ST didampingi Divisi Perencanaan Data dan Informasi Rikardo Sitepu S Sos, Selasa (04/08/2020) di ruang Media Center KPUD Kabupaten Karo di Kabanjahe.

Menurutnya, selama pelaksanaan pendataan ke rumah-rumah warga pemilih yang dimulai, 15 Juli lalu, sudah hampir selesai (89%). Namun di kecamatan Berastagi pendataannya baru terlaksana 68,1%. Mungkin karena kendala yang dihadapi petugas PPDP saat mendatangi rumah warga pemilih, sehingga pendataan terkesan lamban.

Tapi sebenarnya, sesuai dengan jadwal pendataan yang dimulai 15 Juli hingga 13 Agustus mendatang, pendataan masih berjalan normal, karena masih ada tenggang waktu pendataan 11 hari lagi. "Jadi belum terlambat, masih berjalan sebagai mana mestinya sesuai yang diharapkan, kemungkinan dalam seminggu ini paling lambat pendataan sudah clear 100%,” ujarnya.

Disinggung mengenai kendala apa saja yang dihadapi petugas PPDP saat melakukan pendataan ke rumah-rumah warga. Menjawab pertanyaan, Gemar Tarigan dan Rikardo Sitepu mengatakan, sebenarnya kendala pendataan itu dari tahun ketahun tidak jauh berbeda.

Seperti misalnya, saat petugas PPDP mendatangi rumah warga untuk melakukan coklit, pemilik rumah tidak berada di rumah, sehingga petugas tidak dapat melakukan coklit, tentu hal seperti ini menjadi kendala. "Kedua, petugas PPDP tidak mengetahui nama dan alamat yang akan didata, karena yang bersangkutan sudah pindah domisili tetapi tidak melapor ke kelurahan/pemdes setempat dan masih menggunakan alamat yang lama, itu pun menjadi kendala pendataan,” ucap Rikardo.

Kita berharap dari 936 orang PPDP yang ditugaskan melakukan coklit dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. "Kami yakin betul setelah menjalani pembekalan dan pelatihan PPDP beberapa waktu lalu, setelah dilepas oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana mereka (petugas PPDP) langsung bekerja serius dan maksimal,” sebut Gemar dan Rikardo.

“Coklit dimulai di Kecamatan Kabanjahe dengan mendatangi rumah dinas Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wabup Cory S Sebayang selanjutnya pada hari yang sama melanjutkannya mengunjungi rumah-rumah tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan rumah warga,” ucap Rikardo.

Dia mengimbau, jika ada warga pemilih yang merasa belum terdaftar sebagai pemilih pada saat pencoklitan, silahkan melaporkannya kembali kepada petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) di masing-masing kelurahan maupun desa, agar dia terdata sebagai pemilih pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

"Sebanyak 807 orang (3 orang tiap TPS) petugas PPS di seluruh desa di Kabupaten Karo telah dibentuk untuk ditugaskan melaksanakan Pilkada di tingkat desa dan kelurahan,”ajak mereka.(RTA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C