Log in

Bupati Batu Bara Terbitkan SE Pengangkatan dan Pemberhentian Perades

 Kabag Hukum Rahmad Sirait SH Kabag Hukum Rahmad Sirait SH

Batu Bara-andalas Bupati Batu Bara Ir H Zahir MAP, melalui Kabag Hukum Setdakab Batu Bara Rahmad Sirait kepada wartawan membenarkan, Bupati Batu Bara telah menerbitkan Surat Edaran (SE) ketiga kalinya, Kamis (9/7/20).Surat Edaran (SE) pertama dan kedua tidak berlaku lagi

Dalam SE bernomor 140/3774/202 tanggal 30 Juni 2020 ditandatangani Bupati Zahir dan telah disebar hingga ke tingkat pemerintahan desa, telah dijelaskan bahwa pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa (Perades) harus memedomani UU No 6 tahun 2014 dan Permendagri No 67 tahun 2017 atas perubahan Permendagri Nomor : 83 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

Selain tata cara pengangkatan dan pemberhentian Perades, disebutkan Rahmat, pada SE juga ditegaskan tentang sanksi bagi kepala desa yang melanggar aturan. Sehingga Kades yang terbukti melanggar ketentuan bisa diberhentikan dari jabatannya. "Prosesnya, terhadap Kades terlebih dahulu diberikan peringatan dan bila tidak dilaksanakan maka dapat diberhentikan sementara dan dapat dilanjutkan pemberhentian,"katanya.

Disinggung tentang persoalan di Desa Pakam Raya Selatan (Parsel) Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara menurut Kabag, jika keberatan Perades belum terakomodir maka PMD dapat memberikan peringatan. "Namun ada baiknya dilakukan musyawarah lagi karena Dinas PMD berhak memanggil Kades", katanya.

Rahmad tidak menampik kesan 'bandel' Kades Parsel sebab dari dua kali Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi I DPRD Batu Bara, Kades Parsel mengaku akan menjalankan proses pengangkatan dan pemberhentian Parades sesuai ketentuan yang ada.

Sekadar diketahui, setelah mencabut dan menyatakan Surat Edaran (SE) Nomor : 141/0254 tanggal 14 Januari 2020 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa dan Surat Edaran Bupati Nomor : 443/2132 tanggal 21 Maret 2020 tidak berlaku, Bupati Batu Bara kembali menerbitkan Surat Edaran ke 3.
SE ketiga ini bernomor 140/3774/202 tanggal 30 Juni 2020 ditandatangani Bupati Zahir, dan telah disebar hingga ketingkat pemerintahan desa.

Menyikapi terbitnya SE Bupati Batu Bara ketiga dan tetap membandalnya Kades Parsel, pengamat pemerintahan desa dan tokoh pemuda Rustam SAg, mendesak Bupati Batu Bara melakukan evaluasi terhadap Camat Medang Deras dan Kades Parsel.

Padahal sebagaimana telah diberitakan, pada dua Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi I DPRD Batu Bara Camat mengaku kebijakan Kades Parsel mengganti perangkat desa adalah keliru dan telah menyalahi perundang-undangan. Rustam juga menilaiKades terkesan memandang rendah DPRD Batu Bara dengan tidak mengindahkan dua rekomendasi Komisi I DPRD Batu Bara terkait sengketa Perades Parsel dengan Kades.

Dikonfirmasi lewat telepon seluler Camat Medang Deras Syahrizal mengaku telah menginstruksikan Kades Parsel untuk mengaktifkan perangkat desa yang diberhentikannya. Bahkan Camat mengaku Kades Parsel dan Kades Pakam telah mengaktifkan perangkat desa yang sempat diberhentikan.

Menurut camat, relawan yang ditempatkan kedua Kades untuk menggantikan posisi perangkat desa yang sempat diberhentikan telah mengundurkan diri. Kecuali mengisi kekosongan jabatan Kasi Keuangan Desa Parsel karena pejabatnya telah mengundurkan diri.(SUSI)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C