Log in

894 Ekor Babi Mati di Sergai, Pemkab Gelar Rakor Penanggulangan Virus Kolera

Pemkab Sergai mengeluarkan himbauan terkait penanggulangan virus kolera babi usai mengelar rapat koordinasi di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Rabu (13/11). Pemkab Sergai mengeluarkan himbauan terkait penanggulangan virus kolera babi usai mengelar rapat koordinasi di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Rabu (13/11).

Sei Rampah-andalas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai) menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait penanggulangan wabah virus Hog Cholera atau virus kolera babi di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Rabu (13/11).

Rakor tersebut dihadiri Kepala Balai Veteriner Medan drh Agustia MP, Direktur Kesehatan Hewan Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian drh Arif Wicaksono, Asisten Ekbangsos Sertdakab Sergai Ir Kaharuddin, Kadis Kominfo Sergai Drs H Akmal AP MSi, sejulah pimpinan OPD, dan unsur Forkopimda Sergai.

Bupati Sergai dalam sambutannya yang disampaikan Sekdakab HM Faisal Hasrimy AP MAP mengatakan virus hog cholera yang menyerang ternak babi akhir-akhir ini sudah menjadi masalah serius seiring dengan bertambahnya jumlah ternak yang mati di Sumatera Utara.

Menurut Dinas Ketahanan Pangan Sergai, saat ini Kabupaten Sergai merupakan salah satu daerah yang terkena dampak cukup serius, ditandai dengan matinya sekitar 894 ekor ternak babi di sentra-sentra peternakan di Kecamatan Sei Bamban, Dolok Masihul, Sei Rampah dan Tebing Tinggi.

Masalah bukan hanya pada dampak kematian yang disebabkan virus yang berasal dari Benua Afrika ini, namun juga perilaku tidak bertanggungjawab oknum-oknum peternak yang sembarang membuang bangkai babi di sungai. "Ini bisa menjadi efek buruk tambahan bagi lingkungan dan masyarakat yang tinggal dalam radius aliran sungai," katanya.

Semestinya sebagai aparatur pemerintah supaya lebih tanggap dan responsif untuk melakukan penanggulangan wabah hog cholera ini secara komprehensif. Dengan diadakannya rapat koordinasi ini, diharapkan agar seluruh lintas sektoral yaitu dari kepolisian, TNI dan ASN bisa bersinergi dalam penanggulangan wabah virus hog cholera dan memberikan solusi terhadap munculnya wabah yang sudah mematikan 4.682 ekor babi di Sumut.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Panisean Tambunan SSos menjelaskan, pihaknya telah mengambil sampel air di Sungai Bedagai pada Senin (11/11) lalu di Dusun I Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin dan telah memeriksakan air sungai tersebut ke Laboratorium Mutu Agung Lestari Medan serta akan mendapatkan hasil dari pemeriksaan tersebut selama 7 hari kerja.

Sedangkan Kadis Ketahanan Pangan Sergai M Aliuddin SP MP menyebut jika menurut data yang dimiliki Sergai, populasi ternak babi besar maupun kecil yang tersebar di 17 kecamatan mencapai 31.626 ekor. Dari data tersebut, kematian ternak babi yang terindikasi terkena virus hog cholera mencapai 894 ekor yang tersebar dalam lima kecamatan di sembilan desa.

Sebagai langkah tindakan cepat, Dinas Ketahanan Pangan telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan juga telah menyiapkan posko di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sergai serta posko di setiap kecamatan. “Kami berharap kepada Camat dan Kepala Desa jika ada hewan ternak babi milik warga yang mati segeralah lapor ke kami," tegas Kadis. (RYAD)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px