Log in

Prof Syawal : Jadikan Sekolah sebagai Rumah dan Rumah sebagai Sekolah

Prof Syawal Gultom diabadikan bersama Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus, anggota DPRDSU Jafaruddin Harahap dan lainnya Prof Syawal Gultom diabadikan bersama Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus, anggota DPRDSU Jafaruddin Harahap dan lainnya

Medan-andalas Prof Syawal Gultom pada Forum Penyusunan Panduan Optimalisasi Peran Orangtua dalam Mendampingi Anak Belajar dari Rumah menyatakan, sejak tahun 80-an dengan dinyatakannya pendidikan terbagi atas pendidikan formal, informal, dan non-formal telah menegaskan, keluarga juga merupakan lembaga pendidikan yang dideklarasikan secara resmi oleh pemerintah.

Namun dalam perjalanannya peran keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama ini belum pernah secara maksimalkan dilakoni. Oleh karena itu masa pandemi covid yang mengharuskan sekolah melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakan momentum sangat tepat untuk menegaskan kembali peran keluarga/rumah sebagai sekolah bagi anak-anak mereka.

Sekaligus menggugah dan mendorong para orang tua untuk berperan aktif dalam pelaksanaan PJJ. Tanpa sinergi antara rumah dan sekolah, atau guru dan orang tua, PJJ tidak akan berjalan secara optimal. Bahkan sulit mencapai keberhasilan dari proses pembelajaran online yang dilakukan. Memang kita harus akui, untuk tingkat SD yang dominan arah pembelajarannya pada tataran pembentukan karakter.

Namun dengan kondisi pandemi yang menuntut kita harus melaksanakan PJJ , jika proses pembelajaran yang dilakukan didukung oleh semua unsur yang melingkupi PJJ ini, seperti guru, orang tua dan siswa dapat bersinergi secara maksimal. "Pastinya akan menghasilkan capaian pembelajaran yang sesuai harapan bersama," kata Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed) dalam kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Sidang A Biro Rektor Unimed, Jumat (7/8/2020).

Kegiatan ini merupakan inisiatif Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Adlan SPd MM dan Kepala Dinas Pendidikan Batu Bara Ilyas Sitorus SE MPd, untuk meminta advokasi Unimed atas draft yang telah disusun, baik dalam pelaksanaan PJJ maupun optimalisasi peran orangtua dalam mendampingi anak belajar dari rumah.

Setelah mendengarkan paparan para Kepala Dinas dan tim, Prof Syawal Gultom menegaskan, langkah-langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah: a)melegalitasformalkan peran pendampingan orangtua dalam program BDR; b) menyusun panduan bagi siswa, orangtua, dan guru tentang materi-materi ajar dari kurikulum yang telah diadaptasi, dan c) Melakukan monitoring dan evaluasi untuk melakukan perbaikan/penyempurnaan yang terus menerus.

Gagasan ini didukung sepenuhnya oleh Jafaruddin Harahap SPd MSi, anggota Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara yang dengan tegas mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk menyusun program dan anggaran yang diperlukan untuk keberhasilan program BDR ini.

Selanjutnya Prof Syawal Gultom kembali menegaskan, 'Kondisi Covid ini tidak tahu kapan akan berakhirnya, maka kita akan terus bekerja untuk menjadikan rumah sebagai sekolah dan sekolah sebagai rumah, rumah sebagai pusat belajar, rumah sebagai pusat peradaban, rumah sebagai wahana bersemainya lahirkan kreativitas dan inovasi, agar anak didik merasa nyaman dalam proses belajarnya.

Di awal kegiatan, Prof Sri Minda Murni MS menyampaikan sejumlah FGD pendahuluan yang telah digagasi Bidang Pendidikan MW Kahmi Provinsi Sumut yang telah mengundang, menggugah, dan akhirnya mengantarkan para kepala dinas untuk sampai pada penyusunan draft yang disajikan pada forum ini.

Selain itu kegiatan ini juga dihadiri Rimbananto, Government Relation Tanoto Foundation Provsu yang memaparkan Panduan Orangtua dalam melakukan Pendampingan BDR yang dapat dijadikan sebagai inspirasi. (HAM)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C