Log in

Multikultural dan Budaya Bisa Dijadikan Identitas Kota Medan

DISKUSI -Diskusi Ruang Aspirasi digelar Gerakan Medan Berkah, Kamis (13/2) di Media Center Medan Berkah. DISKUSI -Diskusi Ruang Aspirasi digelar Gerakan Medan Berkah, Kamis (13/2) di Media Center Medan Berkah.

Medan–andalas Multikultural dan budaya merupakan potensi kearifan lokal, bisa dijadikan identitas kota Medan. Kesimpulan dari Diskusi Ruang Aspirasi di Media Center Medan Berkah itu disampaikan Manajer Komunikasi Gerakan Medan Berkah Muhammad Asril," Kamis (13/2)

Diskusi Ruang Aspirasi digelar Gerakan Medan Berkah itu merupakan program digagas Bakal Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution dengan mengangkat tema Potensi Kearifan Lokal Dapat Menghidupkan Kembali Identitas Kota Medan.

Dalam diskusi banyak pendapat dikemukakan para peserta serta lebih kepada mendengar masukan stakeholder dan elemen rakyat tentang Medan Identity. Budayawan As Atmadi mengungkapkan, suatu identitas jika tidak dipelihara dengan budaya dan filosofi akan rusak.

"Seperti kekayaan kuliner merupakan kebanggaan orang Medan, jika tidak dirawat dengan budaya, maka akan rusak rasanya," ujar pemilik media Intipnews.com ini.

As Atmadi juga mengatakan, pendekatan kebudayaan sangat penting untuk menciptakan identitas kota. Termasuk menentukan pemimpin Kota Medan ke depan.

"Ikan busuk itu kepalanya duluan. Untuk itu, harus dipikirkan bagaimana membudayakan pemimpin di Kota Medan agar bisa berbudaya saat memimpin," tuturnya.

Sementara Pengurus Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Peranita Sagala ST MMPP menjelaskan Medan adalah kota yang dibentuk sungai dengan tanahnya sangat subur.  

"Sangat memungkinkan menjadikan sungai sebagai salah satu identitas kota," ujar Peranita.

Aktivis Komunitas Medan Membaca itu juga mencontohkan penataan sungai di Korea berdampak pada perekonomian masyarakat.

"Di Indonesia juga ada contoh salah satu sungai di Yogyakarta. Hanya saja Kota Medan harus siap dengan konsep-konsep itu. Tidak asal main gusur warga pinggiran sungai tanpa solusi," katanya.

Ia juga menyinggung soal Lapangan Merdeka Medan direncanakan direvitalisasi tahun ini. Pera berharap, pembangunannya tetap mempertahankan landscape Lapangan Merdeka.

Di tempat sama, Aktivis Sungai Babura, Rahmatsyah meyakini potensi sungai di Medan bisa dijadikan salah satu identitas kota.

"Hanya saja harus ada keseriusan Pemko Medan menata sungai secara adil. Tidak menggusur rakyat kecil, tapi membiarkan bangunan kapitalis jelas-jelas melanggar aturan sungai," tegas Rahmatsyah.

Hal senada disampaikan Pemerhati Sejarah USU, Azis Lubis.  Azis juga salah satu Tim Cagar Budaya Pemprov Sumut menekankan pentingnya perubahan mindset masyarakat dalam membentuk identitas kota.

"Jika ditanya mana lebih dulu harus ditata, apakah budaya masyarakatnya atau infrastrukturnya, maka saya jawab  harus lebih dulu merevolusi mental masyarakatnya," kata Azis.

Dia menilai Kota Medan sangat kaya infrastruktur, baik modern maupun cagar budaya."Namun apalah artinya bila mental masyarakat kita belum memahami itu," ujar Azis. .(GUS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C