Log in

Kapolres Sidimpuan : Tak Benar Polisi Minta Fee Proyek

 Massa aksi di pinggir Jalan SM Raja depan Mapolda Sumut, Jumat (25/9) Massa aksi di pinggir Jalan SM Raja depan Mapolda Sumut, Jumat (25/9)

Medan-andalas Massa mengatasnamakan Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Sumatera Utara menggelar unjuk rasa di Markas Polda Sumut, Jumat (25/9/2020) siang.

Mereka menanggapi pernyataan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane yang menyebut, munculnya ulah nekat para oknum polisi akibat tidak maksimalnya dari Kapolda maupun Propam Polri.

"Dalam pernyataannya, Neta menyebut seperti yang terjadi di Padang Sidimpuan, ada oknum polisi yang mendatangi beberapa dinas untuk meminta fee proyek sebesar 10 persen hingga 15 persen, dari nilai proyek yang sedang dikerjakan," ujar koordinator aksi, Zulham Efendi.

Zulham mengatakan, Neta menyebut itu terjadi di sejumlah instansi seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Bendahara Dinas didatangi oknum dan apabila tidak diberikan, maka oknum polisi selalu mengganggu dan menekan dengan berbagai alasan.

"Alhasil banyak kepala dinas yang stres dan mengundurkan diri dari jabatannya, karena tidak tahan menerima teror oknum polisi tersebut. Bahkan, sampai ada istri kepala dinas yang meninggal setelah stres karena suaminya diperiksa polisi hingga malam hari," sebutnya.

Zulham menegaskan, apabila ini terus dibiarkan, pembangunan di Kota Padang Sidimpuan dipastikan tidak berjalan baik, apalagi oknum polisi yang melakukannya. Semua tudingan itu tidak mendapat tanggapan dari Kapolres Padang Sidimpuan AKBP Juliani Prihartini.

"Jadi seolah-olah Kapolres membenarkan kejadian tersebut, meski pernyataan itu diduga sudah merusak nama baik Polri di mata masyarakat," tukasnya.

Atas dasar itu, Zulham dan rekan-rekannya meminta Kapolda Sumatera Utara mencopot AKBP Juliani Prihartini dari Kapolres Padang Sidimpuan. Kemudian, massa juga meminta Kapolda menangkap Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, apabila tidak bisa membuktikan tudingannya terhadap Polri.

"Terakhir, kami meminta Kapolda Sumatera Utara agar memanggil dan memeriksa oknum yang memberi informasi kepada Neta S Pane," pintanya.

Setelah 20 menit melakukan orasi, aksi massa ditemui personel yang bertugas di Bidang Humas. Kepada massa, personel menyatakan akan menyampaikan aspirasi mereka kepada pimpinan. Puas mendapatkan jawaban, massa membubarkan diri dengan damai. Massa berjanji akan melakukan aksi serupa jika tuntuan mereka tidak dipenuhi.

Sementara, Kapolres Padang Sidimpuan AKBP Juliani Prihartini mengatakan apa yang disampaikan Neta S Pane tersebut tidak benar. Dia mengaku tidak tahu dinas mana saja yang dimintai fee proyek oleh oknum tersebut. "Tidak benar itu. Silahkan konfirmasi kepada kepala dinas yang disebutkan itu ada nggak kita mintai fee proyek," kata Juliani.

Soal istri kepala dinas yang disebut Neta meninggal karena stres setelah suaminya diperiksa hingga malam hari, Juliani mengatakan, itu meninggal karena sakit yang dideritanya. "Intinya tidak benar. Kita siap diperiksa dan dimintai keterangan untuk membuktikan tudingan tersebut," ucap Juliani. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C