Log in

Hendro Susanto : Refocusing Tahap II Harus Fokus pada Kesehatan

Hendro Susanto Hendro Susanto

Medan-andalas Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto mengimbau Pemprovsu, dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, agar lebih memokuskan bidang kesehatan pada refocusing APBD tahap II, mengingat semakin meningkatnya jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia, termasuk dari kalangan tim medis.

Politisi PKS ini menyebutkan, seiring telah berakhirnya masa tugas Panitia Khusus Covid-19 DPRD Sumut, selaku komisi membidangi pemerintahan, pihaknya memberi atensi serius terhadap belanja yang akan dilakukan Gugus Tugas pada refocusing atau realokasi tahap II bersumber dari APBD Sumut 2020, lebih ke sektor kesehatan dalam rangka pengendalian virus corona di daerah ini.

Kita sangat prihatin dan miris, dengan banyaknya kabar tenaga medis kita yang gugur. Salah satunya dokter spesialis paru terbaik yang kita miliki, dr Andhika Kesuma Putra Sp.P.

"Dedikasi beliau ini luar biasa bahkan semasa menjalankan tugas, dia tetap memakai alat pelindung diri. Kita paham, berjalan lima bulan pandemi yang kita hadapi ini, menyebabkan kelonggaran, runtuhnya satu persatu para tenaga medis kita," katanya kepada wartawan di ruang Fraksi PKS, Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (7/8/2020).

Longgarnya pengawasan stakeholder terkait terhadap aktivitas sosial masyarakat belakangan ini, kata Hendro, menyebabkan kian meningkatnya jumlah orang tersuspect Covid-19. Sedangkan dari sisi sarana dan prasarana kesehatan yang dimiliki, Provinsi Sumut belum begitu memadai. Termasuk rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19.

"Padahal Sumut tidak PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), tetapi anggaran buat jaring pengaman sosial (JPS) begitu besar. Informasi perwakilan kita (FPKS) di Pansus Covid, diakui pihak gugus bahwa kalau pakai PSBB memerlukan anggaran JPS yang banyak. Lah, kita kan gak PSBB mestinya anggaran untuk kesehatannya yang diperbesar," katanya.

Dari pembahasan Pansus sendiri, lanjut dia, ditemukan refocusing anggaran tahap I telah salah kaprah semua. Seiring berakhirnya masa kerja Pansus, rekomendasi ke Gugus Tugas sudah disampaikan rekomendasi bahwa direfocusing II khusus bidang kesehatan mesti lebih besar. Meliputi fasilitas kesehatan I, RS rujukan, APD, dan sosialisasi bahaya covid kepada masyarakat serta penegakkan disiplin protokol kesehatan.

"Dan untuk penegakan protokol kesehatan ini, ke depan mesti ada sanksi. Kita sedih juga seperti di Medan dan Deli Serdang, kemarin ada disebutkan Satgas Covid-19 pusat, sebagai daerah penyumbang terbesar kasus positif. Hari ini kita mohon maaf, belum ada langkah-langkah strategis dilakukan gubernur bersama seluruh kepala daerah lainnya, terkhusus di dua daerah itu," katanya.

Wakil rakyat dari Dapil Binjai-Langkat ini menambahkan, memang perlu diintervensi untuk sektor di masa pandemi agar perekonomian masyarakat tidak mandek. Terutama mengguyur bantuan kepada pelaku UMKM yang ada, melalui stimulus ekonomi pada refocusing tahap II ini.

"Seperti langkah shortcut yang diambil Pak Jokowi, ada anggaran ratusan triliun di BPJS Ketenagakerjaan diberikan ke sekian juta rakyat sebagai subsidi senilai Rp600 ribu, selama beberapa bulan di masa pandemi ini. Kalau tidak dilakukan langkah-langkah antisipatif ini, ekonomi kita bisa kolaps," kata Hendro.

Kembali ke soal sarana prasarana kesehatan yang penting ditingkatkan ke depan, ia memisalkan jika dalam sehari saja terdapat 1.000 pasien positif, maka RS rujukan maupun RS swasta lain di Sumut takkan mampu menampung lonjakan tersebut.

"Kita contohkan di Medan. Jika ada aja 1.000 orang mohon maaf dalam kondisi gawat perhari, saya sudah cek tidak ada ventilator di RS kita sejumlah itu. dr Andhika itu meninggal dalam kondisi butuh ventilator. Pelajaran berikutnya dari dr Rosidi yang baru meninggal juga. Ya ini karena salah satunya karena kekurangan sarana kesehatan kita yang memadai," katanya.

Di samping itu Hendro berharap, jangan ada lagi orang yang menganggap bahwa Covid-19 tidak ada alias hoaks. Melainkan mulai dari sekarang mesti mematuhi imbauan dan aturan protokol kesehatan, sehingga semua orang punya tanggung jawab bersama untuk memutus penularan virus corona.

"Buktinya Pak Akhyar Nasution positif covid, setiap hari ada saja tim medis kita yang meninggal dan dirawat karena covid, jadi jangan lagi anggap virus ini tidak ada. Kepada pak gubernur dan kepala daerah lainnya, ayolah kita tegakkan aturan. Sadarkan pada masyarakat bahwa virus ini nyata dan berikan sanksi bagi orang yang masih melanggar," kata Hendro.(UJ)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C