Log in

Sumut Berpotensi 'Kiblat' Biliar di Indonesia


Medan-andalas Sumatera Utara sangat berpotensi kedepannya menjadi "kiblat" olahraga biliar di Indonesia mengingat dewasa ini perkembangan olahraga bola sodok itu terus menunjukkan peningkatan. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut Jhon Ismadi Lubis mengatakan, dewasa ini perkembangan biliar daerah itu sudah cukup baik, terbukti sudah ada 17 pengcab yang terbentuk di kabupaten/kota. "Itu tentunya sangat menggembirakan bagi kita semua, dan tentunya tidak lupa pembinaan usia dini juga harus menjadi salah satu prioritas sehingga kedepan akan lebih banyak pebiliar handal lahir," katany pada pembukaan Kejuaraan Daerah Biliar memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi, Senin (24/4).

Ia berharap kejurda kali ini bisa melahirkan atlet biliar berkualitas yang nantinya juga bisa menyusul tiga pebiliar Sumut yang dipanggil ke Pelatnas sebagai persiapan menuju SEA Games 2017 Malaysia, mau pun Asian Games 2018 Indonesia. Saat ini ada tiga pebiliar Sumut yang mengikuti program pemusatan latihan di bawah naungan Satlak Prima yakni Marlando Sihombing (Dairi), Jaka Kurniawan (Binjai), dan Jefri Zein (Medan). Ketiganya diharapkan bisa membawa medali di SEA Games 2017 nanti, sekaligus menjadi kebanggaan sendiri bagi Sumatera Utara, karena sumbangsih atletnya di kancah internasional. "Medali emas peluang besar memang dari nomor english biliar. Begitu juga single dan double berpeluang meraih emas di SEA Games. Makanya ke depan target kita bisa menambah jumlah atlet Sumut yang menembus ke pelatnas," kata John.

Sebanyak 74 atlet dari berbagai daerah di Sumatera Utara bersaing di kejuaraan daerah biliar memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi yang digelar Atrium Mall Grand Palladium Medan, 24-30 April 2017. "Para atlet tersebut masing-masing merupakan utusan dari Medan, Langkat, Binjai, Deliserdang, Tebing tinggi, Pematang Siantar, Tapteng, Tapsel, Labuhan Batu, Labusel, Asahan, Padang Lawas, Padang Sidempuan, dan Dairi," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara, Baharuddin Siagian saat membuka kejurda tersebut. Ia menilai antusiasme tinggi para peserta dalam mengikuti kejurda tahun itu patut diapresiasi dan pandangan negatif sebahagian orang terhadap olahraga "bola sodok" itu juga harus diluruskan, karena biliar adalah olahraga prestasi.

"Biliar adalah olahraga positif karena mengajarkan anak-anak untuk berpikir cerdas, dan melatih kekuatan fisik mereka. Kami juga mengimbau agar POBSI bisa melakukan sosialisasi ke sekolah. Ini tentu upaya untuk mencari bibit dari kalangan pelajar sekolah," katanya. Ketua Persatuan Olahraga Biliard Seluruh Indonesia (POBSI) Sumut Salomo Pardede mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir kontribusi atlet biliar untuk menyumbangkan medali bagi Sumut di even nasional semakin meningkat. Terakhir, pada PON 2016 di Jawa Barat, biliar untuk pertama kalinya menyumbangkan emas di ajang PON. "Saat ini tiga atlet kita menghuni pelatnas. Jadi, ke depannya kami serius untuk menyeleksi atlet dari setiap daerah. Kami menginginkan juga agar kuantitas dan kualitas pertandingan di Sumut meningkat," katanya. (ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px