Log in

Quartararo Rookie Terbaik


Honda Raih Gelar Konstruktor

Marc Marquez tak mendapatkan perlawanan berarti untuk menjuarai Grand Prix Jepang di Twin Ring Motegi, Minggu, serta membawa Honda menjadi juara konstruktor 2019.

Pebalap asal Spanyol dari tim Repsol Honda itu start dari pole position dan memimpin sepanjang lomba hingga menjadi yang pertama menyentuh garis finis 0,870 detik di depan rival terdekatnya, Fabio Quartararo dari tim Petronas Yamaha SRT. Hasil tersebut menjadi kemenangan beruntun Marquez di empat balapan terakhir serta ketiga kalinya di Twin Ring Motegi di kelas premier.

Setelah Marquez mengunci gelar juara dunia pebalap di Thailand dua pekan lalu, kini kemenangan pebalap bernomor 93 di Jepang itu membawa Honda mengunci gelar juara dunia konstruktor 2019 lewat keunggulan 86 poin dari sang rival Ducati dengan tiga balapan tersisa. Tinggal satu gelar lagi yang harus diraih Marquez, yaitu juara tim, agar bisa mengawinkan tiga mahkota juara bagi Honda musim ini.

Andrea Dovizioso (Ducati), yang start dari P7, menunjukkan penampilan impresif di separuh akhir lomba hingga melesat ke peringkat tiga untuk naik podium ke-100 kali dalam karirnya. Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) kewalahan di awal balapan, di saat pemilihan ban menjadi kendala bagi para pebalap, sebelum memperbaiki posisinya hingga sempat melancarkan serangan kepada Dovizioso di sembilan lap terakhir. Namun, Vinales harus puas finis di P4 sementara rekan satu timnya, Valentino Rossi, terjatuh di empat lap terakhir ketika berada di peringkat ke-10.

Cal Crutchlow (LCR Honda) finis P5 di depan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT). Sedangkan Alex Rins (Suzuki Ecstar) sempat terseok-seok di peringkat ke-13 di awal lomba hingga mampu berjuang untuk finis P7 di depan rekan satu timnya, Joan Mir. Jack Miller dari tim Pramac Ducati mendapati start yang bagus hingga bertarung di baris terdepan namun pebalap Australia itu di separuh akhir lomba kehilangan posisinya dan harus puas finis P10.

Pebalap Jepang Takaaki Nakagami (LCR Honda) melakoni balapan terakhirnya musim ini di depan pendukung tuan rumah dan finis P16 sebelum menjalani operasi bahu dan digantikan oleh Johann Zarco di tiga seri terakhir. Pebalap uji Sylvain Guintoli menggunakan tiket terakhirnya sebagai pebalap wildcard Suzuki dan finis di P20.

Meski kalah dari Marc Marquez pada balapan MotoGP Jepang 2019 itu, Fabio Quartararo berhasil memastikan gelar rookie terbaik MotoGP 2019.

Quartararo gagal memberikan perlawanan ketat kepada Marquez walaupun pebalap asal Perancis itu sempat memimpin beberapa tikungan di lap pertama dan kemudian gagal mengejar Marquez.

Quartararo mengakhiri MotoGP Jepang 2019 dengan catatan waktu 0,8 detik di belakang Marquez. Meski begitu, pebalap Petronas Yamaha itu tetap memastikan satu gelar usai balapan di Sirkuit Motegi.

Hasil di MotoGP Jepang 2019 membuat Quartararo kini mengoleksi 163 poin. Pebalap 20 tahun itu unggul hingga 97 poin atas pebalap Suzuki Joan Mir yang menjadi rookie pesaing terdekat dan berada di posisi 13. Mir hanya mampu finis di posisi delapan pada balapan di Sirkuit Motegi.

Dua pebalap rookie lain di MotoGP 2019, Francesco 'Pecco' Bagnaia dan Miguel Oliveira, juga terpuruk di klasemen sementara. Pecco berada di posisi 15 dengan 37 poin, sementara Oliveira ada di posisi 17 dengan 33 poin.

Quartararo merupakan pebalap rookie paling fenomenal di MotoGP 2019. Dari 16 balapan yang sudah dijalani, Quartararo sukses meraih enam finis podium. Bahkan Quartararo kini melewati Valentino Rossi di klasemen sementara MotoGP 2019.

"Ini hasil menyenangkan, karena pada tes di Malaysia kami menargetkan poin 50 sampai 90 untuk menjadi rookie terbaik. Jelas ini lebih tinggi dari yang kami harapkan. Saya sangat senang untuk tim, karena ini tahun pertama kami, tahun pertama saya sebagai pebalap di MotoGP dan tahun pertama tim," ujar Quartararo usai balapan.

Dilansir dari Marca menyampaikan, juara dunia MotoGP Marc Marquez memenangkan Grand Prix Jepang untuk kemenangan balapan ke-10 musim ini.

Pebalap berusia 26 tahun itu mengamankan gelar dunia keenamnya dengan menang di Thailand terakhir kali, berakhir di depan rookie Prancis Fabio Quartararo dan pembalap Italia Andrea Dovizioso. Itu adalah kemenangan ketiga pembalap Honda Spanyol di trek Twin Ring Motegi. Pembalap Honda asal Inggris Cal Crutchlow finis di urutan kelima dengan pembalap Spanyol Maverick Vinales di posisi keempat.

Perlombaan berikutnya berlangsung di Phillip Island di Australia pada Minggu (27/10).  Pebalap tim Repsol Honda Marc Marquez mengakui Grand Prix Jepang merupakan salah satu balapan terberat dan paling menuntut hingga dirinya hampir kehabisan bahan bakar sebelum finis pertama di Twin Ring Motegi, Minggu.

Setelah finis, motor Marquez kehabisan bahan bakar di trek dan mendapati dirinya didorong oleh Hafizh Syahrin dari tim KTM Tech 3 menuju parc ferme. Pemilihan ban menjadi kendala para pebalap saat itu di mana cuaca ketika balapan lebih cerah dari pada sesi Jumat dan Sabtu, yang sempat diguyur hujan.

Namun Marquez, dengan menggunakan medium slick untuk ban depan dan belakangnya, mampu menjaga tingkat keausan ban hingga finis terdepan, 0,870 detik di depan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT).

"Tidak mudah, aku menekan sejak awal karena start yang bersih. Saat itu aku mencoba untuk menjaga jarak dari awal karena aku merasa sangat kuat di sesi pemanasan," kata Marquez.

Ia sempat memimpin hingga dua detik di depan Quartararo, namun pebalap rookie itu dan Andrea Dovizioso (Ducati) mulai memperkecil jarak jelang akhir lomba.

"Aku mulai mencoba-coba tombol karena kalian bisa lihat di tingkat bahan bakar dan sebagainya aku mencapai batasnya, ini salah satu sirkuit paling buruk untuk itu. Kemudian aku mengatur permainan dan sedikit menekan dan ketika aku unggul dua detik aku kembali bermain tombol," kata Marquez

"Balapan ini tidak mudah karena kalian harus memikirkan banyak hal yang ada di motor tapi aku mampu melaju dengan baik dan finis hingga batas akhir," kata Marquez yang kini menyamai rekor Mick Doohan sebagai pebalap dengan kemenangan terbanyak di kelas premier, yaitu 54 kali.(ANT/CNN/YN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px