Log in

Marquez Pesimistis Ulangi Sukses 2019


Jelang MotoGP Valencia

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez menilai MotoGP 2019 merupakan tahun terbaik sepanjang karier balapan. Namun, The Baby Alien tidak yakin bisa mengulangi kesuksesan tersebut.

Marquez mengalami musim yang fantastis dengan mendominasi di hampir semua balapan MotoGP. Tahun ini ia mampu menjuarai 11 dari 17 seri balapan dan hanya gagal finis saat tampil di MotoGP Amerika Serikat. Performa konsisten itu membuat Marquez sudah memastikan gelar juara dunia kedelapan di MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram, 6 Oktober lalu.

"2019 adalah tahun terbaik saya di MotoGP dan yang terbaik dalam karier saya. Musim sempurna yang akan sangat sulit untuk diulang. Terlepas dari hal ini, tahun depan kami akan melakukan pendekatan dengan cara yang sama dan dengan tujuan yang sama untuk menjadi juara lagi," ucap Marquez saat merayakan gelar juara dunia di kota kelahiran Cervera, Spanyol.

"Saya memberi 100 persen dalam semua yang saya lakukan dan itulah yang membuat saya merayakan gelar lain di sini bersama keluarga, teman-teman saya, dan yang paling penting, penggemar saya," katanya.

Sukses yang diraih Marquez semakin manis karena sang adik Alex Marquez menjuarai MotoGP 2019. Alex memastikan gelar di GP Malaysia, 6 November lalu. "Selalu menyenangkan merayakan gelar di Cervera. Tetapi tahun ini saya sangat senang bisa merayakannya dengan adik saya Alex, di mana kami berdua telah memenangkan Kejuaraan Dunia pada tahun 2019," ucapnya.

Marquez saat ini mengoleksi 395 poin usai menempati posisi kedua di MotoGP Malaysia pada pekan lalu. Marquez bisa memecahkan rekor 400 poin yang tidak pernah dilakukan juara MotoGP 2022 di MotoGP Valencia, akhir pekan nanti. MotoGP Valencia 2019 dilaksanakan 17 November mendatang.

Zarco Siap Gantikan

Pebalap sementara LCR Honda Idemitsu, Johann Zarco, turut prihatin atas segala kesulitan yang dialami Jorge Lorenzo di MotoGP musim ini. Meski begitu, ia mengaku akan sangat bersedia jika diminta menggantikan posisinya di Repsol Honda pada 2020 nanti.

Lorenzo memang diketahui sulit menjinakkan RC213V sepanjang musim ini, dan musim balapnya semakin suram ketika ia mengalami berbagai cedera, terutama keretakan tulang belakang T6 dan T8 yang ia dapat akibat kecelakaan hebat di Assen, Belanda. Hingga kini, ia belum mampu masuk 10 besar.

"Saya sangat menghormati Jorge. Ia adalah juara dunia. Sungguh disayangkan ia cedera. Tampaknya, kini ia takut dan tak mampu memaksimalkan potensi motor," ungkap Zarco di sela presentasi Shark Helmets, yang uniknya juga dihadiri Lorenzo, di EICMA, Milan, Italia, pekan lalu.

Buruknya performa musim ini pun membuat Lorenzo dilanda berbagai gosip, dari ingin kembali ke Ducati, membela Pramac Racing, Petronas Yamaha SRT, pensiun akhir musim ini, sampai gosip akan didepak Repsol Honda dan digantikan Zarco. Jika terjadi, Zarco pun yakin dirinya memang pengganti yang tepat.

"Kenyataannya, saya tak merahasiakan masa depan saya, mengingat saya sendiri tak tahu apa yang harus saya lakukan. Jika pintu di Honda terbuka, saya akan jadi orang yang tepat untuk mereka, karena saya satu-satunya rider yang 'bebas'. Ini memang masa sulit, tapi saya tetap termotivasi," ujar Zarco.

Gosip bahwa Zarco akan menggantikan Lorenzo semakin santer selama Seri Australia dan Malaysia. Direktur Honda Racing Corporation (HRC) Tetsuhiro Kuwata, dan Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, menghabiskan waktu di garasi LCR Honda untuk mengamati juara dunia Moto2 2015-2016 itu.

"Membela Repsol Honda adalah impian saya, dan saya tak membantah bahwa saya membayangkannya, juga karena saya telah menjajal Honda dan saya bisa kompetitif. Meski begitu, saya masih punya ruang untuk berkembang, saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali jadi rider top," ungkapnya.

Jika benar-benar diminta menggantikan Lorenzo, Zarco pun telah mempersiapkan janji untuk Repsol Honda. Ia ingin membawa RC213V tampil kompetitif, meraih banyak podium, membuktikan bahwa motor tersebut tak hanya tercipta untuk Marc Marquez.

"Yang bisa saya berikan kepada Honda adalah menjadi rider kedua di podium, agar bukan Marc saja yang naik podium. Kita semua tahu, Marc rider yang sangat kuat, tapi jika memanfaatkan kualitas motor ini, kami bisa saja membidik podium," tutupnya.

Zarco akan sekali lagi membela LCR Honda di MotoGP Valencia, Spanyol, di Sirkuit Ricardo Tormo pada 15-17 November nanti. Ia diminta membela tim tersebut sebagai pengganti sementara Takaaki Nakagami yang menjalani proses penyembuhan operasi bahu kanan setelah Seri Jepang di Motegi.(CNN/BN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px