Log in

Tolak Eksepsi Terdakwa Senpi, JPU Minta Hakim Lanjutkan Persidangan Joni

 Persidangan kepemilikan senpi ilegal oleh terdakwa Joni di PN Medan, Selasa (22/9) Persidangan kepemilikan senpi ilegal oleh terdakwa Joni di PN Medan, Selasa (22/9)

Medan-andalas Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anwar Ketaren menolak eksepsi yang diajukan Joni, warga Kompleks Brayan City Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat yang didakwa dalam kasus kepemilikan senjata api (senpi).

Selain itu, JPU juga meminta majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata melanjutkan perkara ke persidangan. Hal tersebut disampaikan JPU Anwar Ketaren menanggapi eksepsi atau keberatan atas dakwaan yang diajukan kuasa hukum Joni dalam persidangan beberapa waktu lalu.

Anwar menyebutkan, surat dakwaan yang diajukan JPU sudah sesuai dengan syarat formil dan materil sehingga layak dilanjutkan ke persidangan. "Karena itu kesimpulannya, penuntut umum memohon kiranya majelis hakim menerima surat dakwaan penuntut umum dan menyatakan menolak eksepsi diajukan kuasa hukum terdakwa," ujar Anwar Ketaren dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (22/9/2020).

Usai mendengar tanggapan JPU atas eksepsi yang diajukan, majelis hakim selanjutnya menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan jawaban penasehat hukum terdakwa atas tanggapan yang diajukan terdakwa.

Sebelumnya, dalam nota eksepsinya, kuasa hukum terdakwa mengatakan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dibuat dengan tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap menjadi dakwaan yang kabur sehingga batal demi hukum.

Atas uraian eksepsi/keberatan yang telah disampaikan, tim penasihat hukum terdakwa memohon agar majelis hakim menerima dalil-dalil serta alasan-alasan yang diuraikan dalam eksepsi atau keberatan atas surat dakwaan jaksa.

Sebagaimana dikutip dari dakwaan JPU Anwar Ketaren disebutkan bahwa kasus itu bermula pada 7 Februari 2020 sekitar pukul 07.30 WIB, terdakwa digerebek petugas kepolisian di rumahnya.

Saat itu petugas mencurigai terdakwa masuk ke dalam jaringan judi online. Ketika petugas menggeledah rumah terdakwa, petugas menemukan sebuah tas jinjing yang disimpan di dalam lemari."Ternyata, tas itu berisi sepucuk senjata Air Soft Gun lengkap dengan tabung gas dan gotri/mimis," ucap jaksa.

Jaksa menjelaskan, di hadapan petugas terdakwa tidak dapat menunjukkan izin atas kepemilikan dan menyimpan senjata Air Soft Gun tersebut.

Terdakwa mengakui senjata tersebut diperoleh dengan cara membeli dari seseorang bernama Indra Gunawan alias Asiong yang bekerja sebagai pengurus satpam Komplek Brayan City seharga Rp1.500.000, pada tahun 2017. "Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951," tandas jaksa. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C