Log in

Tanaman yang Dipanen Terdakwa Bukan dari PT Palmaris

Saksi sidang sengketa lahan memberikan keterangan di PN Madina, Kamis (23/1). Saksi sidang sengketa lahan memberikan keterangan di PN Madina, Kamis (23/1).

Sidang Sengketa Lahan

Madina-andalas Warga Desa Batahan 1 Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menuding perusahaan PT Palmaris telah ‘merampas’ lahan Trans Swakarsa Mandiri (TSM) seluas kurang lebih 200 hektar yang sudah ada mulai tahun 1997. Tapi, PT Palmaris juga melaporkan warga desa atas tuduhan pencurian. Padahal, menurut keterangan warga, tanaman sawit tersebut bukan milik perusahaan, melainkan kepunyaan mereka.

Hal itu terungkap pada persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim Deny Riswanto di Pengadilan Negeri Kabupaten Madina pada  Kamis (23/1). Pihak perusahaan melaporkan Syamsul Pane ke Polres Madina atas tuduhan melakukan pencurian. Di sisi lain, masyarakat Batahan 1 juga telah menggugat PT Palmaris atas penguasaan lahan TSM. Dalam persidangan yang berlangsung mulai pukul 15.10 WIB hingga 16.40 WIB itu, tiga saksi dihadirkan.

Seorangnya adalah, Ibnu Hasan Tanjung (69), menjelaskan terdakwa Syamsul Pane mengganti rugi tanaman kepada pemilik sebelumnya bernama AM Dalimunthe pada 2018 di wilayah lahan TSM. Tanaman tersebut diganti rugi dan tidak bisa diperjualbelikan karena masih lahan TSM yang belum memiliki sertifikat hak milik. Ibnu Hasan membenarkan, AM Dalimunthe yang ketika itu sebagai koordinator TSM Desa Batahan 1 pernah menggantirugikan tanaman kepada PT Palmaris. Tetapi, tidak termasuk tanaman yang sudah dibeli Syamsul Pane dari AM Dalimunte.

“Sekarang mereka buktikan, saudara kami Syamsul Pane dituduh mencuri di lahan yang sudah dikuasainya atas ganti rugi tanaman dengan AM Dalimunte. Saudara kami ini dipenjarakan perusahaan,” kecamnya. Sedangkan saksi Suaib Siregar, menyampaikan keterangannya hampir sama dengan Ibnu Hasan. Di hadapan majelis hakim, Suaib mengaku, duhulunya sebagai salah satu yang ikut menanam pohon sawit di lahan TSM atas suruhan almarhum AM Dalimunte.

Dia menyebut, Syamsul Pane memanen buah sawit di lahan yang dulunya ditanami ketika masih dikuasai AM Dalimunte. Usai persidangan, Kuasa Hukum terdakwa, Sumurung SH kepada wartawan menjelaskan, Kementerian Transmigrasi membuka program Program Trans Swakarsa Mandiri (TSM) pada  1997 untuk 363 KK.

Sumurung menilai aneh perkara yang dilaporkan PT Palmaris yang menyebabkan salah satu warga ditangkap Polisi. Dalam perkara kasus pencurian yang dituduhkan Palmaris kepada Syamsul Pane, Sumurung akan berupaya menghadirkan saksi ahli dari pihak Kementerian Transmigrasi untuk menjelaskan status lahan. (JBL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px