Log in

Soal Dugaan Pungli Dilakukan Oknum Staf Kadis PUPR Langkat Minta Ditemui


Medan-andalas Praktik dugaan pungutan liar (pungli) di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Langkat, sepertinya bukan isapan jempol belaka. Sebab, Kadis PUPR Langkat, Subianto meminta awak media untuk menemuinya di kantornya. Ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis (23/1), awalnya Subianto mengaku tidak tahu menahu soal dugaan praktik pungli tersebut.

"Saya tidak tahu itu, tapi datanglah ke kantor, biar enak," tandas Subianto. Dia meminta awak media untuk menemuinya di kantor pekan ini, karena saat dikonfirmasi itu
mengaku hendak berangkat ke Jakarta. Seperti pemberitaan sebelumnya, praktik dugaan pungli di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Langkat telah membuat resah sejumlah kalangan, terutama rekanan. Sebab, selain memberatkan para pemborong proyek juga melanggar hukum.

Karena itu, Polda Sumut diminta untuk segera mengusut dugaan pungli tersebut untuk membuat efek jera. Pihak yang diduga terlihat harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum. "Harapan kita, praktik dugaan pungli di PUPR Langkat itu segera diproses Polda Sumut karena sudah sangat meresahkan. Kita minta terduga pelaku dipanggil untuk dimintai keterangan," ujar Putra (43), warga Kabupaten Langkat kepada wartawan di Medan, Rabu (22/1).

Menurut dia, praktik pungli itu sangat meresahkan karena membebani dan memberatkan para rekanan yang memiliki hubungan kerja dengan PUPR Langkat. Dalam praktiknya, oknum terduga pelaku meminta masing-masing 1 persen dalam tiga item, tanpa menggunakan kwitansi. Jika tidak diberi, maka rekanan terancam tidak mendapat pengerjaan proyek di masa mendatang.

"Selama ini, praktik pungli itu hanya dari tangan ke tangan. Jika tidak diberi, maka kita terancam tidak mendapat proyek lagi," sebut Putra. Sebelumnya, Polda Sumut menyatakan siap untuk menyelidiki dugaan tindak pidana pungutan liar (pungli) yang sudah sangat meresahkan para rekanan di Dinas PUPR Kabupaten Langkat. "Kita selalu siap menangani dugaan pelanggaran tindak pidana, apalagi praktik pungutan liat seperti yang disebutkan terjadi di PU Langkat. Karena praktik pungli itu tentu sangat meresahkan," tegas Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Selasa (13/1).

Informasi diperoleh di Mapolda Sumut, pungli itu dilakukan dengan berbagai cara, seperti untuk uang kontrak, pembuatan berita acara pengerjaan proyek (selesai) dan PHO (pengawas lapangan) masing-masing 1 persen. Wanita oknum Dinas PUPR Langkat Bidang Bina Marga, Adaniar alias Unyak dan Fismawati ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (12/1), mengaku tidak tahu menahu soal dugaan pungli tersebut.

"Saya tidak tau soal itu Pak. Saya tidak mengurusi (pungli) itu," tandas kedua Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut. Sementara, staf Dinas PUPR Langkat lainnya, Sarifah tidak bisa dihubungi. Telepon seluler (ponsel) yang bersangkutan tidak aktif ketika dikonfirmasi, Senin (12/1). (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px