Log in

Korban Penganiayaan Propamkan Polres Binjai

 Korban perlihatkan bukti laporan ke Bid Propam Polda Sumut, Selasa (20/10) Korban perlihatkan bukti laporan ke Bid Propam Polda Sumut, Selasa (20/10)

Medan-andalas Korban penculikan dan penganiayaan, Terbit Ginting (56), warga Jalan Pandega Lingkungan VI Berngam Binjai Kota, melaporan Polres Binjai dan Polsek Binjai Selatan ke Propam Polda Sumut, Selasa (20/10).

Sebab, dinilai tidak profesional dalam menindak lanjuti laporan pengaduan Nomor STTPL: 379/IX/2020/SPKT~ B RES Binjai tanggal 2 September 2020. Laporan ke Bid Propam Polda Sumut ini dilayangkan korban pada Selasa (20/10).

"Saya melaporkan penyidik Polres Binjai karena diduga sengaja membiarkan dalang penculikan dan penganiayaan berinisial JPS, oknum Ketua Ormas yang sampai saat ini tidak ditangkap. Sementara Polsek Binjai Selatan dinilai tidak profesional dalam menyikapi kasus itu, hingga anak saya dipaksa menandatangani surat perdamaian, yang seharusnya sebagai korban," ungkapnya kepada wartawan.

Didampingi keluarganya, Terbit Ginting mengatakan, pelaku penganiayaan dan penculikan terhadap dirinya dan anaknya Rony Terta Ginting dilakukan puluhan orang. Namun kata dia, pihak Polres Binjai mengidentifikasi hanya 12 tersangka dan 4 orang sudah ditahan tapi seorang tersangka berinisial R ditangguhkan dengan alasan sakit.

"Padahal yang bersangkutan sehat dan berkeliaran. Selain itu, dalang pelaku inisial JPS sampai saat ini tidak ditangkap," jelasnya.

Terbit Ginting menceritakan, peristiwa penganiayaan yang dialaminya bermula dari maksudnya melakukan mediasi atas kasus penggelapan sepeda motor yang dilakukan anak tetangganya dengan seseorang yang disebut-sebut ada hubungan keluarga dengan oknum Ketua ormas tersebut. Sehingga terjadi lah penganiayaan terhadap dirinya dan anaknya.

Tak sampai disitu, korban dan anaknya pun dibawa dengan mobil pickup ke kediaman JPS. Di sini korban juga masih mendapatkan tindak kekerasan beramai-ramai dari para pelaku. "Bahkan anak saya,Rony sempat SH dimasukan kedalam kerangkeng besi seperti kandang," ujarnya.

Setelah itu, lanjut Terbit Ginting, mereka pun dibawa menemui JPS ke lantai dua rumahnya. Disitu mereka juga masih tetap dianiaya. "Tak lama kemudian, istri dan anak-anak saya datang. Lalu tiba-tiba ada lemparan ke atap seng posko rumah oknum ketua ormas itu dan terdegar letusan seperti tembakan sebanyak tiga kali keudara hingga membuat suasana semakin ramai," sebutnya.

Akhirnya, tak lama kemudian, kata dia, personel Polsek Binjai Selatan pun datang membawa anak korban Rony Terta Ginting ke kantor polisi. Namun tutur dia, JPS malah menuduh dirinya dan anaknya membuat keributan di rumahnya.

"Tapi setelah di Polsek, seorang oknum anggota Polsek Binjai Selatan menyodorkan surat pernyataan untuk diteken anak saya. Kalau tidak maka, anak saya tidak diperbolehkan pulang, sehingga dengan terpaksa, anak saya meneken surat tersebut," keluhnya.

Menurut Terbit Ginting, penandatanganan surat perdamaian di Polsek Binjai Selatan tersebut sengaja dibuat oleh oknum Polsek Binjai Selatan atas permintaan JPS untuk menyelesaikan permasalahan secara sepihak. Selanjutnya karena kondisi anak korban yang berlumuran darah, mata bengkak, dan wajah babak belur, dia pun lalu dibawa berobat ke rumah sakit.

"Atas saran pihak keluarga, saya pun membuat laporan di Polres Binjai pada tanggal 2 September 2020 dengan Nomor STTPL:379/IX/2020/SPKT~ B RES Binjai," terangnya.

Atas masalah yang dihadapinya ini, Terbit Ginting berharap agar Kapolda Sumut dan Kabid Propam Polda segera dapat menyikapi adminnya. Selain itu dia juga meminta Kapolda Sumut dan Kabid Propam Polda Sumut untuk memeriksa Kapolsek Binjai Selatan AKP Bilter Sitanggang dan anggotanya yang telah sangat keliru meyikapi kasus ini.

"Apalagi adanya pemaksaan penandatanganan surat perdamaian yang mereka buat dan di ajukan kepada anak saya untuk di tandatangani, meskipun kondisinya dalam keadaan terluka berat. Terlebih lebih anak saya tidak tahu sama sekali apapun dalam persoalan tersebut," pintanya.

Terpisah, Kapolsek Binjai Selatan AKP Bilter Sitanggang ketika dikonfirmasi wartawan soal kasus ini mengaku tidak ada menangani kasus itu. "Kami tidak pernah menangani kasus itu dan saya sama sekali tidak tahu itu," ucapnya singkat. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C