Log in

Korban Penculikan dan Penganiayaan Minta Polisi Tangkap H Latif

 Fenny Laurus Chen memberikan kesaksian dalam sidang penculikan suaminya di PN Medan, Selasa (4/8) Fenny Laurus Chen memberikan kesaksian dalam sidang penculikan suaminya di PN Medan, Selasa (4/8)

Medan-andalas Pengadilan Negeri Medan menyidangkan kasus penculikan dan penganiayaan yang dialami korbannya bernama Sjamsul Bahari alias Ationg, Selasa (4/8). Bertempat di ruang sidang Cakra 7, sidang yang digelar mendengarkan keterangan saksi Fenny Laurus Chen istri dari korban Ationg.

Dalam keterangan saksinya di hadapan Ketua Majelis Hakim, Jarihat Simarmata, saksi Fenny menerangkan suaminya Ationg diculik dan dianiaya oleh terdakwa Ayong, H Latif, serta beberapa orang lainnya.

"Saya minta kepada polisi untuk menangkap H Latif karena turut terlibat dalam kasus penculikan dan penganiayaan terhadap suami ku," katanya usai persidangan.
Fenny menerangkan, kejadian yang menimpa suami Tqnggal 9 Januari 2020 saat itu korban baru saja selesai makan di Restoran Selecta.

"Begitu keluar dari lift, korban dicegat dan dibawa oleh 4 orang pria berbadan tegap," katanya. Kemudian, Lanjut Fenny mengungkapkan, Ationg dibawa paksa masuk ke dalam mobil Innova dan mengambil barang-barang milik korban berupa handpone dan dompet.

"Pas di dalam mobil korban melihat ada yang dikenalnya yaitu Susanto Ang alias Ayong warga Jalan Rawo Kota Tanjungbalai. Kemudian suami saya dibawa keliling hingga sampai Pasar 7 Marelan," ucapnya.

"Rencananya, Ationg mau dibuang dan disiksa di Marelan tapi karena situasi masih ramai, korban dibawa hingga ke Tanjungbalai," kata dia lagi. Saat di mobil, lanjut Fenny, menerangkan Ationg melihat dan mendengar Ayong bertelefon dengan seseorang dengan sebutan haji.

"Ationg disiksa di mobil dengan cara disuruh jongkok dengan kedua lutut mengepit 2 batu bata. Apabila batu itu jatuh, korban ditendang. Perlakuan ini sangat tidak manusiawi," ujar dia.

Anehnya, Fenny mengaku Ationg dibawa ke Mapolsek Kota Tanjungbalai Selatan. "Di sana korban disuruh membayar hutang Rp100 juta agar dilepas," akunya.

"Karena suamiku tidak mempunyai uang terus dipukul. Bukan hanya itu, seorang pria H Latif ikut memukuli. Korban terus diintimidasi untuk membayar hutang kepada Ayong sebesar Rp645 juta," ujarnya.

Usai mendengar keterangan saksi Fenny Laurus Chen, majelis hakim Pengadilan Negeri Medan memutuskan melanjutkan sidang penculikan dan penganiaayan ini pekan depan. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C