Log in

Tahu Diri dan Selalu Bercermin


Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengungkapkan bahwa dirinya diusulkan para peserta Kongres II Partai NasDem untuk menjadi calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

"Semua ini adalah hasil seluruh pemilik yang dihasilkan pada kongres. Ini yang luar biasa Pak Presiden, kongres memintakan agar saya bersedia untuk dicalonkan menjadi calon presiden pada tahun 2024," tutur Paloh saat sambutan HUT kedelapan Partai Nasdem di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 11 November 2019.

Mantan politisi Partai Golkar ini kemudian curhat kepada Presiden Joko Widodo. Menurut Paloh, semua rekomendasi peserta Kongres II NasDem sanggup dilakukan, kecuali mencalonkan diri sebagai presiden. "Kalau 20 tahun yang lalu, mungkin saya akan pertimbangkan kalau ada dukungan jadi calon presiden,"katanya.

Sikap tegas yang disampaikan Surya Paloh, bahwa dirinya tidak mau mencalonkan diri sebagai kandidat presiden pada Pilpres 2024 mendatang, kendati peluang ke arah itu sangat terbuka lebar, merupakan sebuah sikap yang arif dan bijaksana, sekaligus tidak menganut prinsip aji mumpung, sebagaimana kerap dilakoni para politisi.

Hal itu juga bermakna, Surya Paloh tidak pernah lupa bercermin dan tahu diri. Dengan kata lain ayahanda Prananda ini memahami dengan baik kondisi dirinya sudah berusia relatif tua (68 tahun), dan karenanya cenderung memberikan kesempatan kepada anak bangsa yang lebih muda dan energik, untuk tampil sebagai kandidat presiden pada 2024 mendatang.

Kebiasaan Surya Paloh yang selalu bercermin serta tahu diri ini, jauh sebelumnya juga sudah diperlihatkan dan dibuktikannya. Artinya penolakannya untuk diusung sebagai bakal calon presiden, bukan sekadar basa basi politik, melainkan sudah ditunjukkannya saat dua kali sukses mendukung pencalon Jokowi sebagai presiden.

Pada tahun 2014, Surya Paloh bersama partai yang dipimpinnya bisa disebut sebagai partai yang pertama kali mendeklarasikan dukungan atas pencalonan Joko Widodo sebagai calon presiden dan berujung pada kemenangan gemilang. Hal serupa juga dilakukan Surya Paloh pada Pilpres 2019 kemarin. Partai NasDem juga menjadi partai terdepan dalam mengusung pencalonan kembali Jokowi.

Pada penyusunan kabinet Indonesia Kerja 2014, Surya Paloh yang saat itu masih relatif masih muda (64) dibanding Wiranto dan Luhut Binsar Panjaitan, sama sekali tidak berambisi duduk di kabinet. Hal serupa juga kembali diperlihatkannya pada penyusunan kabinet Indonesia Maju 2019, Paloh sama sekali tidak terlihat berminat duduk sebagai menteri.

Selain itu, dia juga tidak memaksakan putranya (Prananda Paloh) untuk duduk di kabinet. Bandingkan dengan Megawati, yang mengirim putrinya duduk di kabinet, Muhaimin Iskandar merekomendasikan abangnya Abdul Halim jadi menteri. Begitu juga Harry Tanoesudibjo mengutus putrinya jadi wakil menteri. Jika Surya Paloh berkeinginan, hampir bisa dipastikan dirinya dengan mulus akan duduk di kabinet, atau kalau dia ingin memaksakan, putranya pun diyakini akan diterima menjadi menteri.

Sikap legowo serta selalu bercermin dan tahu diri yang telah diperlihatkan dengan baik oleh Surya Paloh itu, patut dijadikan pelajaran oleh segenap politisi dan pejabat di negeri ini. Utamanya menjelang digelarnya Pilkada serentak 2020. Semua pihak hendaknya bisa mengukur kekuatan dirinya (kemampuan intelektual dan finansial), dan jangan terlalu berambisi mengejar jabatan, yang sama sekali berada di luar jangkauan atau tidak sesuai dengan kompetensinya. Monggo...(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px