Log in

Radikalisme Bukan Tentang Pakaian


Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin saat memberikan sambutan dalam Seminar Sekolah Sespimti Polri Dikreg ke-28 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berbicara tentang radikalisme yang dinilainya berasal dari cara berpikir dan bersikap, bukan dari cara berpakaian seseorang.

"Radikalisme sebenarnya bukan tentang pakaian, tapi radikalisme itu adalah cara berpikir, cara bersikap atau perilaku, dan cara bertindak," ujar Ma'ruf Amin di The Opus Grand Ballroom The Tribrata Darmawangsa Jakarta, Jalan Darmawangsa III, Kebayoran Baru, Jaksel, kemarin.

Pernyataan yang disampaikan Wapres KH Ma'ruf Amin tersebut tidak hanya mengandung kebenara (hakiki), melainkan juga mencerminkan sebuah kematangan berpikir, kedalaman ilmu dan sikap bijaksana dalam menyikapi sebuah permasalahan yang tengah mencuat di negara kita.

Seperti diketahui, radikalisme bermakna paham atau aliran yang radikal dalam politik; paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik yang dilakukan dengan menggunakan cara-cara kekerasan atau drastis.

Nah, dalam praktik atau realita yang terjadi selama ini di lapangan, baik di negara kita maupun mancanegara, aksi radikalisme yang terjadi sama sekali tidak berkaitan dengan pakaian. Dengan kata lain pelaku aksi terorisme juga ada yang menggunakan pakain jeans, kaos, dan gaya milenial dalam menjalankan aksinya.

Karena itu sudah sangat tepat apa yang ditekankan Wapres KH Ma'ruf Amin di atas, bahwa kegiatan radikalisme sama sekali tidak ada kaitannya dengan pakaian yang dikenakan seseorang. Sangat naif, jika style pakaian seseorang atau sekelompok orang, menjadi sasaran tudingan pihak tertentu sebagai kelompok yang terindikasi sebagai pelaku terorisme.

Atas dasar itu pula, kita berharap kiranya siapa pun tidak perlu lagi berbicara tentang larangan memakai cingkrang dan cadar di instansi pemerintah, utamanya di Kementerian Agama. Sebab, pakaian cadar dan cingkrang bukanlah cerminan sikap radikalisme seseorang. Radikalisme lebih mengarah kepada mindset seseorang.

Semua orang dan kelompok sejatinya potensial melakukan tindakan yang menjurus kepada radikalisme, apa pun pakaian yang dikenakannya. Terbukti, radikalisme sudah sering terjadi di masa dahoeloe, jauh sebelum tradisi berpakaian cingkrang dan cadar, banyak dilakoni umat Islam di Indonesia.

Karena itu, kita mengimbau semua pihak, utamanya kalangan pemerintah hendaknya tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan kontroversi dan kegaduhan di tengah rakyat Indonesia, yang notabene sedang mengalami keterpurukan di bidang perekonomian.Para menteri dan pejabat di negeri ini juga harus menyadari, rakyat Indonesia juga sudah cerdas dan pintar-pintar.

Rakyat tidak bisa lagi didikte dan dibodoh-bodohi. Rakyat sudah mampu menilai secara objektif, siapa saja menteri yang fokus dalam menjalankan tupoksinya serta siapa pula yang hanya pandai berwacana dan lebih sibuk mengurusi celana. Hmmm...(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C