Log in

Politisi Jangan Cari Sensasi


Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Sumatera Utara, Iskandar ST menilai lontaran mantan napi korupsi, Patrice Rio Capella, memberi pernyataan terkait Ketum Partai NasDem Surya Paloh yang melenceng dari tujuan awal berdirinya partai telah mengusik ketenangan kader Partai NasDem di Sumatera Utara.

"Pernyataan Rio Capella soal NasDem menjadi partai restoran politik telah melukai kader NasDem di Sumatera Utara. Dia tidak lebih hanya mencari perhatian dan 'mencari panggung' guna meraih simpati publik," kata Iskandar kepada wartawan di Medan, Senin (11/11).

Iskandar menyatakan, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Patrice Rio Capella bukan anggota NasDem lagi sejak terlibat kasus korupsi pada 2015. Mantan napi yang diciduk KPK ini terbukti menerima suap sebesar Rp200 juta terkait perkara bantuan sosial dari mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

“Rio itu sudah bukan kader Partai NasDem. Dia sudah mundur ketika kasus korupsi menjeratnya dan sudah tidak berhak berbicara soal NasDem,"tandas Iskandar sembari menambahkan, pernyataan sikap Rio Capella dengan menggelar jumpa pers sendirian itu hanya upaya mencari sensasi belaka tanpa berdasarkan fakta jelas.

Kekecewaan sekaligus keprihatinan yang diperlihatkan Ketua NasDem Sumut Iskandar kepada Patrice Rio Capella merupakan hal yang wajar. Sebab, pernyataan yang disampaikan mantan Sekjen NasDem tersebut terkesan telah mendegradasi Partai NasDem dan lebih-lebih lagi dapat merugikan Surya Paloh, dalam kapasitasnya sebagai tokoh nasional yang tidak perlu diragukan komitmen kebangsaannya.

Karena itu sangat tepat apa yang disampaikan Iskandar, bahwa konferensi pers yang digelar Rio Capella tentang Partai NasDem, hanyalah sekadar mencari sensasi belaka. Sebagai mantan napi korupsi dan tidak lagi menjadi anggota NasDem, yang bersangkutan tidak berhak lagi mengeluarkan pernyataan dan kesimpulan sendiri tentang kiprah Partai NasDem.

Nah, yang sangat kita sayangkan, sensasi yang dimunculkan Rio Capella tidak tepat sasaran dan terkesan sengaja ingin merusak reputasi Partai NasDem. Sepertinya dia ingin memanfaatkan situasi yang tengah menghangat saat ini, berkaitan dengan langkah-langkah dilakukan Ketua Umum Partai NasDem yang merangkul partai di luar pemerintah, PKS dan juga ingin menjalin pertemuan dengan PAN dan Demokrat. Sebelumnya, juga telah bertemu dengan Ketum Partai Gerindra.

Syukurlah, sensasi yang dimunculkan dan tujuan yang hendak dicapai, ternyata gagal total. Sebab, pada penutupan Kongres II Partai NasDem kemarin, Presiden Joko Widodo justru mengapresiasi silaturahmi politik yang dilakukan Ketua Umum Partai NasDem. Menurut presiden, pertemuan politik dengan pihak manapun, tidak perlu dipersoalkan, asal demi kepentingan bangsa dan negara.

Tidak cuma itu saja, Presiden Joko Widodo juga memuji keberhasilan Partai NasDem sebagai satu-satunya partai yang berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam hal peningkatan raihan kursi paling signifikan di DPR-RI. Peningkatan kursi sangat signifikan juga ditorehkan DPW Partai NasDem Sumut yang mendulang 12 kursi di DPRD Sumut (sebelumnya hanya 5 kursi).

Karena itu sensasi yang dimunculkan Patrice Rio Capella, yang menyebut Partai NasDem sebagai 'restoran politik', sama sekali tidak mengandung kebenaran. Sebab, jika kita mau jujur, Partai NasDem merupakan salah satu partai yang paling setia dan loyal terhadap komitmen yang telah disepakati bersama. Terbukti, sekali menyatakan mendukung, NasDem selalu berada di garda depan dalam memperjuangkan dan mengusung Jokowi sebagai capres di dua Pilpres.

Mengacu kepada semua bukti-bukti yang ada, maka semua lontaran disampaikan Capella, terkesan bersifat tendensius belaka. Dalam konteks ini, kita mengimbau kepada para politisi, hendaknya tidak hanya mencari sensasi belaka. Semua pihak harus saling menghormati dan tidak berupaya mendegradasi pihak lain. Monggo...(**)      

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px