Log in

Pilkada Tak Perlu Ditunda !

Agus Salim Ujung Agus Salim Ujung

Saat ini mencuat sejumlah usulan dari berbagai kalangan, seputar perlunya penundaan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di seluruh Indonesia, berkaitan dengan masih tetap maraknya penularan wabah pandemi Coronavirus disease (Covid-19).

Bahkan, akibat tetap belum ditemukannya vaksin penangkal virus paling berbahaya sejagad itu, beberapa bakal calon kepala daerah khususnya di Sumatera Utara, juga sempat dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Di antaranya bakal calon Wali Kota Binjai, Hj Lisa Andriani Lubis dan bakal calon Bupati Serdang Bedagai, Ir H Soekirman.

Mencermati hal itu, sangat wajar memang jika muncul wacana perlunya penundaan Pilkada serentak 2020, sembari menunggu meredanya penyebaran virus yang sangat mematikan dan ganas tersebut.

Namun, pertanyaannya sampai kapan, penundaan akan dilakukan ? Dan, apakah ada jaminannya, virus laknat itu bakal segera berhenti menerjang ? Di sisi lain, para kandidat calon kepala daerah sudah bersiap-siap hendak mengikuti perhelatan pesta demokrasi tersebut.

Bahkan, tak cuma pasangan calon saja yang sangat bersemangat, melainkan juga para pendukung dan tim pemenangan, yang sudah siap-siap bekerja ekstra keras serta tak sabar menunggu kabar kemenangan jagoannya masing-masing.

Di sisi lain, sejatinya rakyat juga sudah terlihat cukup antusias mengikuti berbagai tahapan Pilkada serentak tersebut dan sudah bersiap pula untuk bergerilya memenangkan kandidat yang menjadi tumpuan harapannya.

Hal serupa juga dilakoni pihak penyelenggara Pilkada, mulai dari KPU, Bawaslu, KPPS, hingga tim pemantau dan relawan. Berbagai tahapan Pilkada sudah dilalui dan tinggal menyisakan sedikit tahapan saja, menuju hari 'H' pencoblosan.

Atas dasar itu, serta menimbang berbagai sisi dalam perspektif maslahat dan mudharatnya, maka pelaksanaan Pilkada serentak tidaklah perlu ditunda. Pasalnya, sudah cukup banyak biaya yang dikeluarkan para kandidat untuk dapat tampil sebagai kontestan.

Sangat disayangkan, apabila persiapan yang sudah lumayan matang dilakukan itu, kemudian mentah lagi dan harus kembali lagi dari titik nol. Penundaan Pilkada dipastikan akan sangat menguras tenaga, dana dan pikiran para pasangan calon beserta jajaran pendukung yang terlibat di dalamnya.

Karena itu, yang perlu dan mesti dilakukan pemerintah c/q Kementerian Dalam Negeri, bukanlah melakukan penundaan Pilkada, melainkan berupaya menemukan solusi yang jitu, untuk dapat melaksanakan berbagai tahapan Pilkada tersebut dengan baik, tanpa harus menafikan masih mewabahnya pandemi Covid-19.

Misalnya bisa dilakukan dengan pengetatan penerapan protokol kesehatan, social distancing maupun physical distancing, serta peniadaan kegiatan kampanye pengerahan massa, diganti dengan memaksimalkan kampanye secara virtual maupun kampanye melalui media massa. Sekali lagi ditegaskan, dalam perspektif penguatan kualitas demokrasi, Pilkada tidak perlu ditunda ! Monggo...(agus salim ujung)

Berita lain dari kategori ini : « Kita dan Fanatisme Bollywood

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C