Log in

Pelajar Seharusnya Tak Ikut Demo


Bupati Batu Bara Ir H Zahir MAP menegaskan, secara pribadi dan selaku orangtua atas nama pemerintah sangat kecewa, prihatin dan sangat menyayangkan, anak-anak atau sekelompok peserta didik diikutsertakan dalam demo. Dia berharap, kejadian serupa tidak terjadi lagi di Sumatera Utara khususnya di kabupaten kita, Batu Bara Tanah Bertuah ini.

Surat Edaran Mendikbud Nomor 9 Tahun 2019 dilandasi dua Undang Undang dan Peraturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Antara lain Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, yang dalam Pasal 15 huruf d menyatakan setiap anak didukung untuk mendapatkan perlindungan dari pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan.

Menurut Zahir, surat edaran yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tersebut sebagai kontrol sistem. Hal itu perlu dilakukan oleh semua pihak. Mulai lingkungan sekolah, baik tenaga guru maupun tenaga kependidikan serta para siswa."Siswa itu masih tanggung jawab kita (guru dan orangtua serta masyarakat), karena menurut undang-undang statusnya masih sebagai warga negara yang dilindungi. Belum dewasa, belum bisa mengambil keputusannya sendiri,"tambah bupati.

Keprihatinan yang disampaikan Bupati Zahir tersebut merupakan keprihatinan kita bersama. Benar yang disampaikan Zahir, bahwa para pelajar masih merupakan tanggung jawab guru, orang tua dan masyarakat. Para pelajar masih dalam kategori orang yang belum dewasa, dan karenanya belum bisa memutuskan sikapnya sendiri.

Kalau para mahasiswa menggelar demonstrasi, hal itu bukanlah berita baru dan sudah terlalu biasa. Tapi memang ada yang luar biasa bila dilihat dari sisi jumlah peserta, penyebaran tempat demo, dan lamanya demo, seperti yang terjadi tahun 1966 yang mengakhiri Orde Lama, tahun 1998 yang menumbangkan Presiden Soeharto, dan yang baru-baru ini, September 2019.

Asumsinya mahasiswa adalah manusia dewasa yang sudah melek politik, maka kalau ada ketidakberesan dalam kebijakan pemerintah dan mahasiswa berdiam diri saja, justru terasa aneh. Tapi bagaimana kalau demonstrasi diikuti oleh pelajar seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu di depan gedung DPR di Jakarta, sejumlah pelajar SMK terlibat demo.

Atas dasar itu pula menjadi sangat wajar, jika terdapat dugaan, terjadinya aksi demo para pelajar tersebut, karena adanya ajakan pihak-pihak tertentu yang ingin mendapatkan manfaat dari aksi unjuk rasa para pelajar tersebut. Sebab, dalam perspektif kita selama ini, para pelajar seharusnya tidak perlu ikut-ikutan berdemo, karena tugas mereka sejatinya adalah belajar, belajar dan belajar.

Seperti diketahui, para pelajar masih termasuk ke dalam kategori anak-anak dan remaja alias belum dewasa. Karena itu, mereka wajib mendapatkan perlindungan dari intitusi pendidikan yang mewadahinya, supaya tidak terlibat di dalam kegiatan-kegiatan, yang dapat menjurus pada timbulnya chaos dan kekerasan.

Kendati kita tidak setuju dengan aksi demonstrasi pelajar di DPR dan DPRD sejumlah kabupaten/ kota di daerah ini, kemarin. Namun, hal itu juga patut dijadikan bahan evaluasi dalam proses belajar mengajar di masa mendatang. Paling tidak, fenomena ini bisa membuat kita yang lebih tua menyadari, bahwa pelajar SMA atau yang sederajat, sudah seharusnya dibekali pendidikan sosial politik yang benar.

Sejalan dengan kemajuan ilmu dan teknologi serta era digital saat ini, menjadi tidak aneh memang, jika para pelajar pun sudah semakin melek dalam bidang politik. Namun, sebagai orang tua (pendidik, masyararakat dan pemerintah), berkewajiban memberi suar, supaya para pelajar itu tidak keliru dalam melangkah. Monggo...!(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C