Log in

New Normal Harus Disegerakan !



Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Muhidin M Said berharap, kebijakan normal baru (new normal) bisa segera diimplementasikan di tengah pandemi Covid-19. Kalau tidak, ekonomi Indonesia bakal karam.

Bak dua mata pisau. Covid-19 memiliki daya rusak luar biasa terhadap sektor kesehatan dan ekonomi. Namun demikian, harus dicetuskan titik keseimbangan yakni new normal. "Kita ingin segera diimplementasikan. tentu saja dengan protokol kesehatan yang lebih ketat," papar Muhidin dalam rilis kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Apa yang dikemukakan Muhidin di atas benar adanya. Bahwa, new normal harus segera diterapkan di negara kita secara menyeluruh di seantero nusantara. Pasalnya, kondisi perekonomian negara kita tidak memungkinkan untuk menerapkan lockdown atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sebagaimana dikemukakan di atas, maraknya penyebaran pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 lalu di negara kita, telah berimbas pada terhadinya perumahan ribuan karyawan serta diPHK-nya ratusan ribu karyawan perusahaan di Tanah Air dan hancurnya kehidupan ekonomi masyarakat kita.

Tidak terbantahkan lagi maraknya penyebaran pandemi Covid-19 telah menyebabkan hancurnya sendi-sendi perekonomian rakyat Indonesia secara menyeluruh, tidak hanya berdampak bagi warga di perkotaan, melainkan juga menjangkau hingga ke pelosok desa.

Karena itu, rencana penerapan new normal merupakan pilihan tepat dan perlu disegerakan realisasinya. Sebab, segenap rakyat Indonesia sejatinya sudah siap menghadapi semua konsekuensi yang bakal ditimbulkan dari penerapan new normal tersebut.

Kendati new normal perlu disegeraka, namun kita juga harus tetap merujuk pada ketentuan digariskan WHO. Bahwa, sebelum langkah pelonggaran pembatasan untuk menuju 'the new normal' diterapkan, pemerintah mesti membuktikan bahwa transmisi virus corona sudah dikendalikan.

Pelonggaran pembatasan harus dilakukan secara bertahap dan otoritas terkait diminta terus mengevaluasi kebijakannya. Syarat lainnya, kapasitas sistem kesehatan masyarakat, di antaranya rumah sakit, harus tersedia untuk mengidentifikasi, menguji, mengisolasi, melacak kontak, dan mengkarantina pasien Covid-19.

Tata kehidupan baru bisa diterapkan apabila risiko penularan wabah sudah terkendali terutama di tempat dengan kerentanan tinggi. Selain itu, kita juga diharuskan mampu menerapkan langkah pencegahan di tempat kerja, berupa jarak fisik, fasilitas cuci tangan dan diikuti etika batuk atau bersin.

Protokol WHO juga menyebutkan, setiap langkah menuju transisi 'the new normal' harus dipantau oleh otoritas kesehatan. Akhirnya, perilaku masing-masing warga akan menentukan karakter virus. Ini akan membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Dengan kata lain, tidak ada jalur cepat untuk kembali normal.(**)

 

 

 

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C