Log in

Pandemi dan Keharusan Mencintai Sesama


Jika diperhatikan dengan seksama, sejumlah judul novel karya fiksi tampak seperti buku panduan untuk menghadapi situasi saat ini. Sebagian di antaranya menghadirkan pemaparan kronologis yang realistis, mulai dari tanda-tanda awal, masa-masa terparah, hingga kembali ke 'normal'.

Buku-buku novel tersebut menunjukkan bahwa umat manusia pernah melaluinya dan bertahan hidup. Situasi kita saat ini tentu tidak seekstrem yang diceritakan dalam novel Severance. Ling Ma menjelajahi skenario terburuk, syukurlah, tidak kita hadapi.

Dalam novelnya, Ling menuturkan apa yang terjadi dalam dunia imajinasinya setelah pandemi berakhir. Menakjubkan, nyaris sempurna persis kejadian sekarang, film ‘Contagion’ yang tayang pada 2011 dan ‘The Flu’ tayang 2013.

Selain itu, ada pula novel berjudul ‘The Eyes of Darkness’ yang mengisahkan tentang virus bernama Wuhan-400. Sutradara 'The Flu’, Kim Sungsoo yang diwawancara oleh 'One Night Entertainment' SBS mengungkapkan bahwa virus yang ia ceritakan di film itu bisa saja terjadi.

Film itu bercerita tentang virus yang menyerang saluran pernapasan. Penonton disuguhi adegan menegangkan, karena untuk mengakhiri pandemi di sebuah kota, hampir saja dibom, tak pelak lagi kita larut dalam emosi bercampur aduk dgn rasa takut. "Kami mengembangkan cerita dari ide itu,”katanya.

Film 'The Flu' mengakhiri ceritanya dengan akhir yang bahagia. Sutradara Kim Sung Soo berharap agar semua elemen masyarakat saat ini dapat menghadapi covid-19 dengan baik, pertahanan terbaik 'mengurung' diri di rumah.

"Untuk melewati seluruh bencana dan kesusahan, kita harus membuang keegoisan dan harus bergerak secara kelompok. Meski itu tentu bukan hal yang mudah, aku rasa film itu berhasil menyampaikan pesan itu,” tuturnya.

Pasti ada sejumlah orang yang sedang mengerjakan novel yang diangkat ke layar lebar mengenai situasi sekarang. Lantas bagaimana penulis-penulis di masa mendatang menggambarkan pandemi saat ini? Bagaimana mereka menjabarkan berkembangnya semangat masyarakat, pahlawan-pahlawan tak terhitung di antara masyarakat?

Inilah pertanyaan-pertanyaan menarik selagi kita semakin banyak membaca dan bersiap untuk kemunculan dunia baru. Pada akhirnya, ada pelajaran yang diambil para penyintas wabah :

"Mereka sekarang paham bahwa ada sesuatu yang selalu bisa didambakan, dan terkadang bisa diraih, yakni cinta manusia". Bahwa, kita harus mencintai sesama manusia, tanpa memandang latar belakang suku dan agama.(Robert Tarigan)

 

 

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C