Log in

Jangan Sok Suci...!


Kembali ke Jakarta, setelah ditangkap dalam sangkaan kasus prostitusi di Kota Medan. Hana Hanifah lantas kini sudah bermain media sosial dengan memosting video di Insta Story Instagram.

Dalam video yang diunggahnya tersebut, Hana tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya. Dia juga menyampaikan permintaan maaf, karena tak bisa membalas pesan yang diterimanya.

"Makasih sudah support aku, maaf enggak bisa balas DM satu-satu, makasih banyak, love you," ujar Hana Hanifah di Insta Story Instagram pribadinya, Sabtu (18/7/2020).

Dalam unggahannya yang lain, Hana Hanifah menyindir pihak-pihak yang berkomentar negatif terkait kasus yang dialaminya."Buat yang ngomong ngaco-ngaco mending lihat diri kalian dulu jangan sok suci hidup kalian," ketusnya.

Sesungguhnya kita sama sekali tidak bermaksud mendukung perilaku dan pola hidup yang dilakoni Hana Hanifah. Namun, pernyataan lugasnya kepada orang-orang yang terkesan sentimen kepadanya, supaya tidak bersikap sok suci, ada benarnya.

Bahwa, di negara ini, bahkan di seantero jagad, banyak orang yang sibuk berbicara lantang soal pentingnya penegakan hukum (law enforcement) dan nilai-nilai kebenaran, justru kerap terlibat dalam perilaku menyimpang serta bertentangan dengan kaidah-kaidah hukum.

Termasuklah di dalamnya orang-orang yang seprofesi dengan Hana Hanifah, yang mencibir Hana, sesungguhnya juga ada jaminannya berperilaku lebih baik dari Hana. Karena itu ketika seseorang ditimpa sedang musibah atau dipersangkakan terlibat dalam sebuah kasus a susila maupun korupsi, belum tentu dia lebih buruk dari yang lain.

Sebab, sejatinya di tengah carut-marut penegakan hukum di negara kita, ketika seseorang (pejabat, politisi, atau pengusaha) tidak terjaring aparat penegak hukum, tidak ada jaminannya yang bersangkutan terbebas dari kemungkinan penyimpangan. Pada akhirnya semua lebih banyak tergantung kepada peruntungan atau nasib baik.

Dengan kata lain dalam menyikapi sesuatu, kita tidak boleh bersikap taken for granted. Artinya harus senantiasa dilihat historical background atau asbabun nuzulnya, mengapa seseorang atau banyak misalnya, terkesan nekad melakukan sesuatu, yang jelas-jelas bertentangan nurani dan ketentuan hukum yang berlaku di negara kita.

Apalagi di tengah kondisi negara kita, yang tengah dilanda wabah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini, membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian, yang berujung pada munculnya sikap fatalisme dan keharusan melakukan apa saja, demi tetap bisa bertahan hidup (survival of the fittest).

Dalam konteks inilah, kita merasa sependapat dengan apa yang ditekankan Hana Hanifah di atas, bahwa semua orang tidak boleh sok suci dan merasa lebih benar dari orang lain. Pasalnya, dalam kehidupan kita sehari-hari, sangat banyak orang yang melakoni praktik maling teriak maling dan munafik. Karenanya, janganlah sok suci...!(agus salim ujung)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C