Log in

Pemuda Ini Tewas Dipatuk King Kobra Peliharaannya


Seorang remaja tewas setelah dipatuk ular jenis King Cobra peliharaanya sendiri. Rendy Arga Yudha (18) dinyatakan meninggal setalah menjalani perawatan di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Kota Depok Jawa Barat pada Minggu (10/11).

Humas RSUI Kinanti mengatakan, Rendy terkena komplikasi dari bisa ular King Cobra, sejak dirujuk ke RSUI, pihaknya telah melakukan penanganan dan perawatan secara optimal terhadap pasien baik saat di IGD maupun saat di ruang perawatan intensif (ICU), karena kondisi yang bersangkutan yang memerlukan perawatan intensif.

"Pada hari Minggu (10/11) 2019 dini hari, kondisi Almarhum menurun hingga pasien meninggal dunia. Tim RSUI telah berupaya melakukan penanganan sesuai prosedur," kata Kinanti saat dihubungi wartawan, Senin (11/11).

Tuti Purwanti (40), bude dari Rendy Arga Yudha mengungkap insiden yang merenggut nyawa Rendy. Korban dipatuk king kobra di jari telunjuk bagian tangan kanannya saat memberi minum ular tersebut di sebuah warung es kelapa tempatnya bekerja.

"Dia lalu minta minyak kayu putih sama tetangga samping warung, ngakunya tangannya dipatuk ular," kata Tuti, Senin (11/11).

Usai dipatuk, Rendy lantas dibawa pulang ke rumah dan selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Harjamukti. Pihak puskesmas menolak karena tak memiliki penawar racun bisa ular. Keluarga lantas mencari sebuah klinik yang juga masih di lingkungan Kelurahan Harjamukti dan mendapatkan perlakuan yang sama.

"Di klinik itu kami disarankan ke rumah sakit yang besar, akhirnya kami ke (rumah sakit) Tugu Ibu, tapi ternyata sama juga, enggak punya penawarnya," jelasnya.

Sebuah informasi dari salah seorang tetangganya yang bekerja di RS Sentra Medika, bahwa rumah sakit yang menyediakan penawar bisa ular ada di RS Mitra Keluarga, Depok. Rendy lantas langsung ditangani oleh RS Mitra Keluarga.

"Saat itu, Sigit mengaku kondisi Rendy masih segar bugar, hanya mengeluhkan kepada perawat di RS Mitra Keluarga bahwa tangan kanannya mulai merasa kebas dan pegal dari ujung jari sampai ke bahu. Kemudian pukul 16.00 WIB sore (Rabu 6 November 2019) dia kejang-kejang dan langsung tidak sadarkan diri," papar Tuti.

Rendy lantas dimasukkan ke ruang ICU untuk penanganan lebih lanjut, namun malam harinya, sekira pukul 23.00 WIB pihak RS Mitra Keluarga menyerah menangani Rendy. Sebab, di rumah sakit tersebut memiliki keterbatasan obat penawar bisa.

"Rendy lantas di rujuk ke Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) pada pukul 00.30 WIB Kamis 7 November 2019. Sejak itu, kondisi Rendy kian menurun hingga akhirnya meninggal di RSUI pada 10 November 2019 pukul 03.35 WIB," tutupnya. (OKZ)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px