Log in

Harga Garam Anjlok, Ratusan Petani Garam di Pidie Menjerit

Petani garam di Desa Cebreik berjemur di terik matahari demi anak dan istri. andalas/dhian anna asmara Petani garam di Desa Cebreik berjemur di terik matahari demi anak dan istri. andalas/dhian anna asmara

Sigli-andalas Ratusan petani garam di Gampong (Desa) Cebreik, Desa Peukan Seuet, Kecamatan Simpang Tiga serta Desa Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, menjerit lantaran anjloknya harga garam. Saat ini pengepul atau agen hanya membanderol garam petani dengan harga hanya Rp3.500 per kilogram.

"Kami rakyat kecil pengrajin garam hanya bisa mengurut dada karena garam kami dibeli sangat murah oleh agen. Sedangkan di pasaran untuk harga garam masak Rp6.000 per kilogran," sebut Amir, M Hasan, dan Burhan, petani garam kepada andalas, Senin siang (13/5).

Mereka menyebutkan, dalam sehari mereka hanya mampu memproduksi garam masak sebanyak 50 hingga 60 kilogram (Kg) saja. Sedangkan bahan baku seperti kayu untuk memasak garam harus mereka beli dengan harga yang tidak murah.

Untuk kayu sebanyak satu truk mereka harus mengeluarkan uang sebesar Rp450.000. Kayu sebanyak itu bisa untuk bahan bakar memasak garam hingga menghasilkan sebanyak 300 Kg garam masak.

Menurut para petani garam di Desa Cebreik, anjloknya harga garam produksi mereka saat ini akibat masuknya garam dari Medan, Sumatera Utara, yang digiling halus.

Garam yang dipasok dari Medan, memanfaatkan air laut. Seterusnya, dimasak dengan alat yang canggih. "Sedangkan garam di Pidie, harus memasak air kuloh hasil garapan tanah asin," sebut Muhammad Andah, petani garam lainnya.

Hanafiah mengamini keterangan Muhammad Andah. Dia mengatakan anjloknya harga garam lokal, sangat memengaruhi kehidupan keluarga petani garam yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pidie. Bahkan saat ini mereka tidak mampu menghasilkan pendapatan Rp100.000 per hari dari garam.

Keprihatinan dan keluhan senada juga diutarakan petani garam di Desa Pasie Ie Leubeue, Kecamatan Kembang Tanjong. Garam produksi mereka saat ini dibeli tengkulak dengan harga sangat rendah, hanya Rp3.000 per Kg.

Kondisi serupa juga dialami puluhan petani garam di Kecamatan Batee dan sebagian kecil di Kecamatan Muara Tiga. Kabupaten Pidie tercatat merupakan sentra penghasil garam terbesar di Provinsi Aceh. Saat ini ada sekitar 4.000 petani garam di kabupaten itu dengan luas lahan garapan berkisar 5 080 hektare. (DHIAN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C