Log in

Epiji 3 Kg Langka di Aceh Tenggara

Emak-emak di Kabupaten Aceh Tenggara memburu elpiji 3 Kg di salah satu pangkalan. Emak-emak di Kabupaten Aceh Tenggara memburu elpiji 3 Kg di salah satu pangkalan.

Harga per Tabung Capai Rp40 Ribu

Kutacane-andalas Sudah lebih dari sepekan ini elpiji 3 kilogram (Kg) di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara sangat sulit didapatkan. Kelangkaan ini membuat masyarakat terutama para ibu rumah tangga di daerah itu resah.

Hampir di setiap pangkalan dan kios pengecer tak lagi memiliki stok elpiji 3 Kg. Kalaupun ada konsumen harus menebusnya dengan harga sangat mahal. Bahkan harganya bisa mencapai lebih Rp40 ribu per tabung.

"Jangan kan di pangkalan, di kios-kios pengecer pun sulit untuk mendapatkan elpiji 3 Kg, Kalaupun ada harganya selangit," keluh Suminah, warga Desa Kutarih, Kecamatan Babussalam, dengan nada kesal saat diwawancarai andalas, Rabu (13/11).

Keluhan senada dilontarkan Nurlela pedagang gorengan yang juga warga Desa Kutarih, Kecamatan Babussalam. Kendati harga elpiji 3 Kg melambung tinggi, ia terpaksa membelinya karena sangat membutuhkan.

"Terpaksa mencari gas elpiji kepada warga lain yang ada di Kecamatan Babussalam. Itu pun kalau kalau ada kios langganannya yang mau membantu," tutur Nurlela. Lain lagi dengan Hartati, warga Desa Pulonas, Kecamatan Babussalam. Ia mengaku heran dengan kelangkaan elpiji 3 Kg yang terjadi di Kutacane.

"Kami emak-emak di Desa Pulonas heran. Sebab setiap ada gas elpiji masuk pada malam hari ke pangkalan gas di desa kami, pagi harinya ketika kami mau beli, selalu sudah habis kata pihak pangkalan," ungkap Hartati.

Padahal, lanjut Hartati, elpiji 3 Kg yang hendak mereka beli hanya untuk kebutuhan memasak di rumah. Sementara ada sebahagian kios-kios kecil di desa mereka, justru menjual elpiji 3 Kg secara terselubung dengan harga selangit.

Muklis, salah seorang pegiat LSM di Kutacane, kepada awak media mengatakan, dalam kasus  kelangkaan elpiji 3 Kg tersebut, patut dipertanyakan kepada pihak Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Aceh  Tenggara.  "Sebab semua gas elpiji yang masuk di Aceh Tenggara, tidak terlepas dari pengawasan pemerintah setempat," katanya.

Terkait kasus kelangkaan elpiji subsidi di Aceh Tenggara ini, Muklis mengaku sejumlah LSM di Kutacane saat ini tengah berupaya mencari tahu penyebabnya. "Padahal di daerah perbatasan Kutacane-Tanah Karo, gas elpiji tidak langka," ujar Muklis.

"Dalam waktu dekat kami akan mendatangi Pertamina yang berkantor di Sumatera Utara untuk mempertanyakan perihal kelangkaan gas elpiji di Kutacane. Kami juga akan menyelidiki berapa kuota gas elpiji 3 Kg untuk Kabupaten Aceh Tenggara," pungkas Muklis. (AM)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px