Log in

40 Ton Kopi Ngendap di Gudang, Pemkab Gayo Lues Diminta Bantu Modal

 Adan, toke kopi di Desa Porang menunjukkan biji kopi dan tumpukan 40 ton kopi yang belum terjual Adan, toke kopi di Desa Porang menunjukkan biji kopi dan tumpukan 40 ton kopi yang belum terjual

Blangkejeren-andalas Pemerintah Kabupaten Gayo Lues diminta memberikan bantuan modal kepada toke kopi di kabupaten tersebut. Modal itu berupa pinjaman uang yang nantinya akan dikembalikan setelah kopi bisa dijual keluar daerah.

Adan, salah seorang toke kopi di Desa Porang, Kecamatan Blangkejeren, Jumat (25/9/2020) mengatakan, saat ini seluruh penampung kopi gayo sangat kesulitan menjual kopi keluar daerah paska Covid-19. Selain harga jual dengan harga beli dari masyarakat tidak sesuai, pemesanan kopi dari luar daerah juga berkurang.

Di gudang UD Gayo Lues Coffe ini ada 40 ton lebih biji kopi Gayo yang belum bisa dijual keluar daerah karena ketidaksesuaian harga. Jadi, modal kami menumpuk di sini, dan menghadapi musim panen raya bulan Okteber 2020 ini kami belum tahu mau bagaimana," katanya.

Jika memang barang yang ada di gudang tidak bisa dijual keluar daerah, kemungkinan besar gabah kopi masyarakat tidak akan dibeli, terkecuali masyarakat membolehkan harga kopinya diberikan setelah barang dijual keluar daerah.

Saat ini harga gabah kopi per bambu Rp 18 hingga Rp 20 ribu, turun drastis dari seblum Covid Rp 36 ribu per bambu, dan harga biji kopi atau ijo kopi saat ini Rp 40 ribu per Kg.

"Jadi, kalau ditotalkan uang yang mengendap di barang itu sudah mencapai Rp 1,6 miliar, dan modal kami sudah nyaris habis untuk membeli dari petani, dan itu baru saya, lain lagi dengan penampung kopi lain," jelasnya.

Untuk menyetabilkan perekonomian masyarakat, Adan meminta agar Pemkab Gayo Lues memberikan pinjaman kepada toke untuk membeli kopi dari masyarakat, dan pinjaman itu akan dikembalikan setelah musim panen raya kopi berakhir atau setelah kopi dijual keluar daerah.

Kalau memang Pemkab Gayo Lues tidak bisa memberikan bantuan modal ini, kemungkinan akan kami setop dulu pembelian kopi sampai batas yang belum ditentukan. "Namun, kami sangat berharap agar Pemkab bisa mencarikan solusinya," pinta Adan. (Nuar)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C