Log in

Ratusan Bangkai Babi Dibersihkan dari Danau Siombak


Pembuang Bangkai Babi Terancam 10 Tahun Penjara

Medan –andalas  Untuk menghindari dampak negatif terhadap masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut bekerja sama dengan Pemerintah Kota Medan membersihkan ratusan bangkai babi yang berserak di Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Senin (11/11).

Bangkai babi yang diduga dibuang para peternak karena mati terserang virus hog cholera tersebut dievakuasi dari Danau Siombak, untuk selanjutkan dikuburkan di sekitar Danau Siombak, Medan Marelan, Medan. Sehingga air danau dan sekitarnya tidak tercemar bangkai babi tersebut.

Petugas harus bekerja ekstra, sebab bangkai babi yang mengapung di danau itu mencapai ratusan. Petugas harus menggunakan perahu untuk menyisir bangkai babi yang ada di sana. Petugas juga mengenakan masker, sebab bau busuk bangkai babi semakin menyengat dan membuat mual.

Hingga siang hari, ada sekitar 106 bangkai yang berhasil diangkut. Tiba-tiba air pasang membawa bangkai babi kiriman dari muara terbawa masuk lagi ke danau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumut M Azhar Harahap mengatakan, selanjutnya akan dilakukan penanganan dan pengamatan, sekaligus pencarian bangkai babi yang mungkin masih ada di sekitar Danau Siombak.

Mengenai air yang tercemar, Azhar mengatakan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kota Medan telah mengambil sampel air di aliran Sungai Bedera dan Danau Siombak pada Jumat (8/11) lalu. “Itu dilakukan untuk megetahui tingkat pencemaran bangkai-bangkai yang dibuang ke sungai,” ujar Azhar.

Untuk menangani penyebaran virus hog cholera babi di 11 kabupaten/kota, kata Azha, pihaknya telah membuka posko. Selain itu juga telah dilakukan rapat dengan seluruh kabupaten/kota untuk mengambil langkah terkait serangan virus hog cholera babi yang ada di Sumut.

Dikatakan Azhar, Kementerian Pertanian lewat Dirjen Peternakan akan membantu kabupaten/kota dalam penanganan, penguburan serta pengawasan lalu lintas ternak babi. Sehingga nantinya penyakit virus hog cholera babi dan lainnya tidak lagi menyebar. Selain itu, posko di setiap kecamatan sudah mulai bekerja, agar pelaporan mengenai virus hog cholera babi ini dapat segera ditindaklanjuti.

“Kita juga akan memberikan disinfektan kepada seluruh peternak di Sumut, dan kita lakukan lagi pengetatan lalu lintas ternak atau pergeseran ternak dari satu tempat ke tempat lain, yang mengakibatkan percepatan penyebaran virus pada ternak babi,” ujar Azhar.

Terancam 10 Tahun

Sementara itu, Kapolsek Medan Labuhan, AKP Edy Safari mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Krimsus Polda Sumut untuk menindaklanjuti pelaku yang membuang ratusan bangkai babi. Para pelaku terancam pidana 10 tahun penjara dengan pasal pencemaran lingkungan.

"Kita masih lidik yang buang ke sungai. Kita juga lidik ke peternakan di Tanjung Gusta dan Percut. Ini masuk pencemaran lingkungan hidup, ancaman di atas 10 tahun," ujar Edy, saat dihubungi, Senin (11/11).

Selain mencari pelaku, polisi yang berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Medan berupaya untuk mencegah agar penyakit yang menyerang babi tak sampai menjangkit manusia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Armansyah Lubis mengatakan, setelah dievakuasi dari Danau Siombak, petugas selanjutnya bekerja untuk mengubur bangkai babi dengan alat berat.

"Tadi kami sudah ke TKP dengan kapolsek dan lainnya. Tadi kami lihat kondisinya, ada yang sudah tak ada lagi dagingnya, ada juga yang baru ke titik pengumpulan bangkai," ujar Armansyah.

Sedangkan Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Medan Muthia Nimphar mengatakan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk sementara tidak menggunakan air dari sungai yang terdapat bangkai babi. "Kami mengimbau untuk tidak menggunakan air. Kalau ada yang sakit segera ke puskesmas. Dampaknya dari sini bisa diare, demam, flu," ujar dia. (WAN/KPC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px