Log in

Hardi Mulyono, Sosok Menginspirasi dengan Capaian di Luar Ekspektasi


Ketika Hardi Mulyono didapuk menjadi Rektor UMN Alwashliyah pada 2017 yang lalu, banyak kalangan yang terkejut dan seolah tidak percaya, termasuk saya (yang sudah cukup lama bersahabat dengan beliau).

Betapa tidak, selama ini Hardi Mulyono lebih dikenal sebagai seorang politisi (Golkar) dan wakil rakyat yang cenderung sering bersuara lantang di media massa melontarkan kritikan terhadap kebijakan pemerintah, serta dikenal sebagai sosok yang terkesan 'urakan' dan suka ceplas-ceplos saat berbicara.

Tanpa bermaksud meragukan kualitas intelektualnya, sosok Hardi Mulyono selama ini lebih dikenal sebagai figur dengan latar belakang sebagai seorang jurnalis, sebelum terjun ke partai politik dan terpilih menjadi anggota DPRD Medan dan DPRD Sumatera Utara.

Dengan kata lain kiprah Hardi Mulyono selama ini lebih menonjol sebagai seorang politisi, ketimbang akademisi. Puncak kariernya sebagai politisi ditandai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut (2009).

Karena itu, jabatan Rektor UMN Alwashliyah yang disandangnya sejak 2017 hingga sekarang (sebelumnya menjabat Wakil Rektor II), bisa disebut sebagai sebuah pencapaian luar biasa, yang di luar ekspektasi banyak orang, termasuk oleh para sahabat, keluarga dan kerabatnya.

Pencapaian Mas Hardi lainnya yang juga di luar ekspektasi adalah keberhasilannya menyelesaikan jenjang pendidikan tertinggi, Strata 3 (S3) dan membuatnya berhak menyandang gelar doktor dari salah satu perguruan tinggi terbaik di daerah ini, Universitas Sumatera Utara.

Sebagaimana dikisahkan Hardi di dalam bukunya 'Langkah Cermat Anak Kebon' yang disunting jurnalis senior Choking Susilo Sakeh, dirinya sendiri pun tidak pernah menyangka, saat ini bisa duduk di kursi rektor (hal 19).

Dari perjalanan hidup Hardi Mulyono yang diungkapkan melalui buku ini, suami Yenny Zulpaham ini, bisa disebut telah melalui sebuah transformasi dari tiga jenis profesi berbeda, yang diawali dengan menekuni profesi wartawan di masa awal kehidupannya menjalani rumah tangga, setelah usai menjalani masa kecil sebagai seorang anak kebon di Kelambir Lima.

Profesi wartawan, kata Hardi di dalam bukunya, telah membuatnya menjadi seseorang yang memiliki pergaulan luas dengan banyak kalangan, sehingga kehadiran dirinya dengan relatif mulus bisa diterima saat bergabung dengan partai politik (Golkar), yang menghantarkannya menjadi anggota DPRD Medan (dua periode) dan anggota DPRD Sumut (satu periode).

Menjadi politisi bisa disebut sebagai fase kedua dalam tahapan profesi digeluti Hardi, yang selanjutnya bertransformasi menjadi seorang akademisi (fase ketiga). Tahapan ini layak dianggap sebagai sesuatu yang sangat spektakuler, karena pria yang selalu tampil sederhana ini dipercaya mengemban jabatan tertinggi sebagai rektor.

Kalau hanya sekadar menjadi dosen biasa, sangat banyak politisi di Sumut yang mampu melakoninya. Karena itu, tidak berlebihan dan sangat tepat personifikasi kiprah Hardi Mulyono yang dikategorikan sebagai sosok yang langka di Sumatera Utara (hal 3), bahkan juga di seantero nusantara.

Terkait dengan capaian Hardi Mulyono yang di luar ekspektasi tersebut, sangat tepat penilaian yang disampaikan mantan Ketua DPRD Sumut dan politisi senior Partai Golkar, H Wagirin Arman SSos.

"Bahwa, Hardi Mulyono telah mengejawantah menjadi sosok kebanggaan dan inspirasi bagi anak kebon di Sumatera Utara' (hal 141).

Selain capaian prestasi yang ditorehkannya layak dijadikan inspirasi oleh kalangan generasi muda bangsa, kepribadian Hardi juga bisa dijadikan panutan, utamanya dalam hal kepedulian dan kesetiakawanannya dalam berteman. HM, sapaan akrab mas Hardi, selalu siap membantu siapa pun dan kapan pun, tanpa reserve.

Kesetiakawanannya ini juga mengundang kekaguman dari mantan Ketua DPD Partai Golkar Sumut, H Ajib Shah."Kesetiakawanannya sangat tinggi serta sangat menghormati para orang tua dan seniornya," kata mantan Ketua DPRD Sumut ini.

Ya, sosok KRT Hardi Mulyono Surbakti memang sangat menginspirasi dan prestasinya patut pula dijadikan motivasi, terkait dengan keharusan untuk tidak pernah menyerah dalam meraih jenjang pendidikan dan karier tertinggi.

Buku otobiografi Hardi Mulyono ini secara utuh dan gamblang memberikan pemahaman kepada pembaca, siapa dan bagaimana Hardi Mulyono sejak kecil hingga kerasnya perjuangan yang dilaluinya untuk mendapatkan posisinya saat ini.

Kendati masih terdapat sedikit kekurangan yang tidak terlalu prinsipil (sajian foto yang hitam putih), buku otobiografi ini sangat layak dibaca dan dijadikan sebagai acuan bagi anak bangsa, agar tidak pernah menyerah dalam mengejar cita-cita, sebagaimana telah dibuktikan Hardi.

Bahwa, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin (diraih), jika disertai dengan semangat tak kenal menyarah serta didukung doa dan restu keluarga. Bravo Mas Hardi, semoga tetap down to earth dan sehat selalu...! (Agus Salim Ujung)

 

 

 

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C