Log in

2 Pembunuh Calon Pendeta Asal Nias Divonis Seumur Hidup


Palembang – andalas Dua terdakwa pembunuhan calon pendeta muda asal Nias di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, menjalani sidang vonis. Kedua terdakwa divonis seumur hidup karena terbukti melakukan pembunuhan berencana.

Sidang vonis ini digelar di PN Kayu Agung, OKI, Sumsel diketuai Eddy Daulata Sembiring. Terlihat kedua tedakwa Nang dan Hendri hadir di sidang menggunakan baju koko berwarna putih dan celana jeans.

Dalam putusannya, mejelis menilai Nang dan Hendri telah terbukti sah melakukan tindak pidana. Keduanya terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

"Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana dan pembunuhan berencana. Menjatuhkan hukumam seumur hidup," kata ketua Mejelis, Eddy membacakan amar putusan, Selasa (12/11).

Dalam putusan, majelis menilai ada hal-hal yang meringankan bagi terdakwa. Salah satunya karena para terdkwa menyesali perbuatannya melakukan pembumuhan terhadap calon pendeta asal Nias Maret lalu.

Medengar vonis seumur hidup majelis hakim, Nang dan Hendri pun langsung tertunduk lemas. Keduanya tak menanggapi vonis yang diketok hakim.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum, Imran menyebut masih pikir-pikir atas vonis tersebut. Meskipun vonis hakim tidak sesuai tuntutan, yakni hukuman mati.

"Kami pikir-pikir atas hasil vonis hari ini. Tetapi ini kedua terdakwa telah terbukti melanggar pasal yang telah kami tuntut," katanya.

Calon pendeta wanita Melindawati Zidomi (24) ditemukan tewas, Selasa (26/3/2019) di kebun sawit PT PSM Divisi III, Sungai Baung, Bukit Batu, OKI. Wanita berparas cantik itu ditemukan telentang di semak belukar dengan kedua kaki diikat karet.

Berdasarkan kronologi korban Melindawati dan Nita Pernawan berangkat dari divisi 4 dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo Warna Hitam List Merah menuju ke Pasar Jeti sekitar pukul 17.00 WIB.

Kemudian kedua korban pulang menuju Camp Di divisi 4, namun sebelum sampai, tepatnya di divisi 3, korban dihadang kedua terdakwa di jalan dengan cara jalan di blokir menggunakan batang kayu balok. Saat itulah terjadi tindak pidana pembunuhan.

Selain itu, korban ditemukan dalam kondisi setengah bugil yang diduga kuat diperkosa. Namun, dari hasil visum dan keterangan terdakwa, korban belum sempat diperkosa. Pemerkosaan itu dibatalkan, mengingat korban sedang datang bulan. Korban sendiri langsung dibawa ke Nias dan dimakamkan pihak keluarga setelah seluruh hasil visum di RS Bhayangkara Palembang selesai.

Dari hasil pemeriksaan polisi, motif pembunuhan dilakukan karena tersangka Nang  yang diam-diam suka, ternyata sakit hati dengan perkataan korban.   Ketika itu, korban pulang usai berbelanja dari pasar bersama anak didiknya Nita Pernawan yang berusia 9 tahun. Saat berada di perkebunan sawit, mereka dicegat oleh kedua pelaku yang mengenakan topeng.  

Lalu kedua pelaku mengikat kedua korban dengan karet ban. Mereka sempat memukul anak didik korban hingga pingsan lalu berusaha mencabuli korban dengan melucuti pakaiannya. Saat itu, korban meronta dan menarik topeng milik salah satu pelaku hingga dikenali olehnya. Dalam keadaan terdesak mereka mencekik korban hingga tewas.  (DTC/DOH)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px