Log in

Tak Pajang Foto Wagubsu, Biro Humas Dinilai Ceroboh

Sekdaprovsu R Sabrina, bersama narasumber lainnya saat berbicara di Seminar Informasi Aktual yang diselenggarakan Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu dengan latar belakang spanduk yang tidak memajang foto Wagubsu Musa Rajekshah, di Ballroom Aurora Hotel Grand Antares Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (12/9). Sekdaprovsu R Sabrina, bersama narasumber lainnya saat berbicara di Seminar Informasi Aktual yang diselenggarakan Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu dengan latar belakang spanduk yang tidak memajang foto Wagubsu Musa Rajekshah, di Ballroom Aurora Hotel Grand Antares Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (12/9).

Spanduk Seminar MTQN

Seminar sekaligus pemaparan persiapan MTQN ke-27 di Hotel Grand Antares Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (12/9), menyisakan persoalan. Panitia yakni Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu dinilai ceroboh karena tidak memajang foto Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) H Musa Rajekshah dalam spanduk kegiatan tersebut. Kecerobohan panitia ini dikhawatirkan berisiko memecah-belah hubungan baik antara Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah.

Ketua Komisi A DPRD Sumut Nezar Djoeli sangat menyayangkan keberadaan spanduk yang tidak mencantumkan foto Wagubsu. Di spanduk itu terlihat selain foto Gubernur ada foto Sekdaprovsu R Sabrina dan foto dua narasumber lainnya.

"Ini kecerobohan atau disengaja? Yang jelas hal itu telah memancing keresahan dan ketidaknyamanan. Makanya kita menduga hal ini sengaja dilakukan sebagai upaya memecah belah. Kalau hal itu benar adanya sangat kita sayangkan dan patut dievaluasi," tegas  Nezar Djoeli kepada wartawan, Rabu (12/9).

Politikus NasDem itu meminta agar pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) meninggalkan cara-cara lama di era Sumut Bermartabat. Pasalnya, di masa-masa pemerintahan sebelumnya antara gubernur dan wakil gubernur hubungan mereka menjadi kurang harmonis akibat ulah para bawahan mereka yang tidak profesional dalam melaksanakan tugas.

"Kepada OPD terkait saya minta agar gaya-gaya lama jangan lagi diperagakan di era Pemerintahan Sumut yang bermartabat. Dan jangan ada lagi OPD-OPD yang berusaha mengambil panggung dalam menjalankan tugas dan tupoksi-nya. Sumut harus bersatu padu dalam mengejar program yang dicanangkan oleh pemerintahan Gubsu Edi Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah. Saya minta Bu Sekda agar menegur panitia pelaksana,"  pungkasnya.

Sementara, Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus saat dikonfirmasi terkait tidak dipajangnya foto Wagubsu dalam spanduk seminar tersebut berdalih karena spanduk telah penuh dengan foto. "Spanduknya sudah penuh foto. Kan enggak mungkin banyak foto daripada tulisannya," ujarnya.

Ilyas pun mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari Kabag bawahannya, kalau pemilihan foto-foto dilakukan hanya untuk pembicara dan Gubsu Edy Rahmayadi yang semula dijadwalkan untuk membuka acara.

"Berdasarkan laporan dari Kabag bahwa foto yang di spanduk adalah foto para pembicara saja. Keynote speaker sekaligus membuka acara sudah terjadwal Pak Gubsu. Materi perjalanan MTQ dari masa ke masa Prof Muhammadiyah Amin Dirjen Bimas Kemenag RI, bicara tentang kesiapan MTQN ke-27 Ibu Sekdaprovsu Sabrina selaku ketua umum, dan pengamat sosial Prof Syahrin Harahap dari UINSU. Makanya foto-foto mereka semua," kata Ilyas.

Logo Ayam Jago

Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII Tahun 2018 yang akan digelar di Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada tanggal 4 - 13 Oktober 2018 mengusung tema "MTQ Mewujudkan Revolusi Mental Menuju Insan yang Qurani."

Dalam Seminar Informasi Aktual Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu tersebut, Sekdaprovsu Sabrina memaparkan persiapan pelaksanaan MTQN XXVII Tahun 2018 dan susunan acara yang akan digelar.

Satu hal yang menarik dan menimbulkan beberapa pertanyaan dari peserta seminar adalah terkait dengan pemilihan logo "Ayam Jago" dengan pakaian adat Melayu pada MTQN kali ini.

"Pemilihan logo Ayam Jago artinya karena kita semua tahu bahwa kokok ayam jago saat subuh adalah menjadi jargon hewan pengingat bagi kita untuk segera bangun di pagi hari, menjalankan salat dan bergegas untuk bekerja. Ayam juga dikenal sangat gigih dalam mencari makan. Untuk pakaian adat Melayu mengingatkan kita pada kekayaan suku dan budaya yang ada di Sumatera Utara," jelas Sabrina.

Sementara Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin mengatakan pembukaan MTQN tanggal 6 Oktober di Medan akan dilakukan Presiden Joko Widodo dan penutupan tanggal 13 Oktober 2018 menurut rencana akan dilakukan oleh Wapres Jusuf Kalla.

Amin menyebutkan, sejak pertama kali digelar di Makassar pada tahun 1968, Sumut sudah dua kali menjadi pelaksana MTQN. "Sebagai tuan rumah MTQN dipastikan Sumut akan mendapat keuntungan banyak," katanya.

Keuntungan tersebut akan didapat dari meningkatnya kunjungan wisatawan karena yang akan hadir di MTQN itu sekitar 5.000 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.

"Hotel, restoran dan usaha kuliner, pengrajin suvenir pasti akan mendapat keuntungan dengan kedatangan peserta MTQN," katanya.

Dia menegaskan, penyelenggaraan MTQN tahun ini lebih bergengsi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sistem sensor sidik jari dipergunakan untuk absensi peserta lomba guna menghindari kemungkinan ada "joki", panitia juga memberlakukan seleksi untuk penetapan tujuh orang dewan hakim yang akan bertugas di MTQN.

Sebelumnya, kata dia, penetapan dewan hakim menjadi kewenangan Dirjen Bimas Islam. (UJ/WAN/ANT)

 

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C