Log in

Sinabung Erupsi Bertubi-tubi, Warga Mengaku Letih : Kapanlah Berhenti ?

 Pengamat Gunung Api Sinabung di Pos Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Armen Putra saat menunjuk arah ke Sinabung yang kembali erupsi pagi tadi.(andalas/robert tarigan) Pengamat Gunung Api Sinabung di Pos Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Armen Putra saat menunjuk arah ke Sinabung yang kembali erupsi pagi tadi.(andalas/robert tarigan)

Kabanjahe-andalas Letusan dahsyat Gunung Sinabung beberapa hari terakhir ini membuat seluruh dunia terpana. Abu vulkanik menyembur tinggi, membubung dari kawah letusan dengan ketinggian hingga beberapa kilometer.

Debu vulkanik erupsi Gunung Sinabung tidak hanya menyebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Karo dan sebagian daerah di Sumatera Utara, tetapi juga sampai ke negara tetangga Malaysia.

Di tengah pandemi Covid-19, abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung telah merusak setidaknya 1.483 hektar lahan pertanian dengan jumlah 23 jenis komoditi. Kerugian petani mencapai sekitar Rp41,8 miliar sesuai data dari Dinas Pertanian Kabupaten Karo. Tak hanya itu, abu vulkanik juga menyebar ke sebagian daerah di Medan, Deli Serdang, dan Tebing Tinggi.

Berdasarkan pantauan harianandalas.com, Jumat (14/08/2020), pukul 10:30 WIB, Sinabung kembali memuntahkan abu erupsi, teramati tinggi kolom abu Vulkanik ± 2.100 m di atas puncak (± 4.560 m di atas permukaan laut). Kolom abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah Tenggara dan Selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 64 mm dan durasi ± 1 menit 40 detik.

Selanjutnya, pada pukul 14:25 WIB, telah terjadi erupsi Gunung Sinabung, dengan tinggi kolom abu vulkanik ± 1.500 m di atas puncak (± 3.960 m di atas permukaan laut). Kolom abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas sedang-tebal condong ke arah Timur dan Tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 68 mm dan durasi ± 3 menit 49 detik.

Belum berhenti sampai di situ, pada Pukul 14:55 WIB, erupsi Gunung Sinabung kembali terjadi, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 90 mm dan durasi ± 1 menit 2 detik. Sumber data : Kegempaan ESDM, Badan Geologi, PVMBG.

Pengamat Gunung Api Sinabung di Pos Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Armen Putra menyebutkan, potensi erupsi susulan masih bisa terjadi. “Paling penting masyarakat tidak memasuki zona-zona bahaya.

Karena, potensi laharan, guguran awan panas maupun luncuran awan panas, bisa kapan saja terjadi tanpa bisa diprediksi sebelumnya,” tegasnya. Jelang sore, pada pukul 17.00 WIB Sinabung kembali erupsi. Namun erupsi yang sedang terjadi, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PVMBG.

Terpisah, Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH bersama Dansatgas Penanganan Bencana Erupsi Sinabung yang juga Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto, Ssos, juga menekankan agar radius 3 Km untuk sektor Barat-Selatan, radius 5 Km untuk sektor Selatan-Timur, radius 4 Km untuk sektor Timur-Utara dan radius 3 Km untuk sektor Utara-Barat dari puncak Gunung Sinabung, harus betul-betul steril,” tegasnya.

Terkelin Brahmana menambahkan, pihaknya sudah menyediakan obat tetes mata dan masker. "Jadi Pustu, Puskesmas dan Posko Kesehatan standby 24 jam, demikian juga Posko Penanganan Sinabung Jalan Kiras Bangun di Simpang Empat, semua standby," katanya.

Kepala BPBD Provsu, Riadil Akhir Lubis, mengaku Pemprov Sumut sendiri sudah mengirimkan 170.000 masker, 10 unit bowler (alat pembersih debu), dan 1 unit mobil tangki ari dan beberapa unit alat pembersih lahan pertanian yang berasal dari sejumlah pihak partisipasi.

Dikatakan Riadil, pihaknya juga telah menyiapkan tempat evakuasi warga yang terdampak erupsi di eks pengungsi Ndogum Siroga 5 jika erupsi terjadi lagi. Tempat evakuasi itu memiliki kapasitas dan fasilitas yang cukup.

Salah seorang warga Desa Berastepu Kecamatan Simpang Empat, Jhon Rocky Pinem (45) yang sempat dijumpai media ini, mengaku dampak erupsi di saat pandemi Covid-19 terjadi berkepanjangan, sangat menyedihkan.

Banyak lahan pertanian rusak parah, belum lagi dampak virus corona, ekonomi masyarakat menengah ke bawah semakin terasa berat, daya beli jauh menurun, kapanlah Gunung Sinabung itu berhenti erupsi, lontarnya sebagai tanda letihnya menghadapi dua bencana sekaligus diwaktu bersamaan. (RTA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C