Log in

Sinabung Dua Kali Erupsi, Pemkab Karo Ingatkan Masyarakat Jauhi Zona Bahaya

 Plt Kalak BPBD Pemkab Karo, Natanail Peranginangin SH bersama Forkopimda terus bergerak di lapangan membagikan masker dan membantu masyarakat terdampak (Andalas/robert tarigan) Plt Kalak BPBD Pemkab Karo, Natanail Peranginangin SH bersama Forkopimda terus bergerak di lapangan membagikan masker dan membantu masyarakat terdampak (Andalas/robert tarigan)

Kabanjahe-andalas Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH didampingi Kabag Humas dan Protokol Setdakab Karo, Frans Leonardo Surbakti SSTP, mengimbau masyarakat agar tetap waspada kemungkinan terjadinya susulan erupsi Gunung Sinabung. Hal itu mengingat pada Sabtu (8/8/2020) dini hari dan sore tadi, kembali terjadi erupsi vulkanik yang cukup tebal.

“Kita tahu setelah hampir satu tahun tenang, erupsi Gunung Sinabung kembali terjadi lagi pada pukul 01.58 WIB dan pada pukul 17:18 WIB. Dengan tinggi kolom abu vulkanik teramati ± 2.000 meter di atas puncak ± 4.460 meter di atas permukaan laut,” ujar Bupati Karo ketika dihubungi sejumlah wartawan, Sabtu (8/8/2020) malam di Kabanjahe.

Dari aktifitas erupsi tersebut, tandas bupati, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang, hingga tebal, condong ke arah Timur. Sehingga diimbau kepada masyarakat tetap waspada dengan meningkatkan naluri bencana. “Utamakan keselamatan, jangan memasuki zona-zona bahaya,” tegasnya.

Berdasarkan laporan dari petugas Pemantauan Gunung Sinabung di Kecamatan Simpang Empat, erupsi yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi ± 1 jam 44 detik,” ujar Bupati Karo.

Menurut Terkelin Brahmana, saat ini Gunung Sinabung berada pada status Level III (Siaga). Dengan rekomendasi, agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktifitas pada desa-desa yang sudah direlokasi.

“Jadi kita imbau masyarakat agar menjauhi lokasi di dalam radius tiga km dari puncak Gunung Sinabung. Serta radius sektoral lima km untuk sektor Selatan-Timur, dan empat km untuk sektor Timur-Utara,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, bupati juga mengimbau agar masyarakat memakai masker bila keluar rumah. Hal itu untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Selain itu, perlunya mengamankan sarana air bersih.

Pemkab Karo melalui Dinas Kesehatan sudah menginstruksikan agar mendistribusikan masker ke desa–desa yang membutuhkan. Demikian juga mobil Pemadam Kebakaran milik Pemkab Karo, sejak pagi tadi hingga sekarang masih dilapangan membersihkan sejumlah jalan, supaya tidak berbahaya bagi pengguna jalan, tuturnya.

“Bersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Bagi masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar jika tiba-tiba terjadi hujan deras di daerah hulu,” katanya.

Diakui bupati, akibat dampak erupsi Gunung Sinabung tersebut, sejumlah desa di lingkar Gunung Sinabung khususnya di Kecamatan Naman Teran, terpapar abu vulkanik yang cukup parah. Selain itu, lahan pertanian terpapar debu, yang mengakibatkan kerugiaan bagi petani. Dinas Pertanian Kabupaten Karo juga sudah ke lapangan bersama BPBD dan dinas terkait lainnya.

Hingga saat ini, wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Sinabung yakni empat kecamatan, Kecamatan Namanteran, Kecamatan Berastagi, Kecamatan Simpang Empat, dan Kecamatan Merdeka.

Ditambahkan Bupati Karo, Plt Kalak BPBD Kabupaten Karo Natanail Peranginangin serta Tim Forkopimda juga sudah turun ke lokasi. Juga terlihat Kasdim 0205/TK Mayor Inf D Marpaung bersama aparat TNI sudah turun ke lokasi membantu masyarakat akibat terkena erupsi Gunung Sinabung. “Semua bergotong royong membantu masyarakat,” ucapnya.

Armen Putra : Sehari Ini Sinabung 2 Kali Erupsi

Sementara Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Armen Putra, dalam keterangannya, selain erupsi pada pukul 01.58 WIB, Sabtu (08/08 2020) dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 4.460 m di atas permukaan laut). Sore tadi, Sabtu (08/08/2020) kembali terjadi erupsi pada pukul 17:18 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang 1.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 3.460 meter di atas permukaan laut, katanya ketika dihubungi harianandalas.com.

Armen mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi kurang lebih 36 menit 23 detik," ujarnya. Erupsi sore tadi merupakan yang kedua dalam sehari ini. Sebelumnya, Gunung Sinabung erupsi Sabtu dini hari. (RTA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C