Log in
BPKD_Pemkab_Aceh_Selatan.jpg

Salman Alfarisi : New Normal Bisa Memicu Second Wave Covid-19 di Sumut

Wakil Ketua DPRDSU Salman Alfarisi diabadikan bersama anggota Pansus Covid-19 dalam kunjungan ke Pematang Siantar Wakil Ketua DPRDSU Salman Alfarisi diabadikan bersama anggota Pansus Covid-19 dalam kunjungan ke Pematang Siantar

Medan-andalas Wacana penerapan new normal life atau pola hidup baru yang mengharuskan untuk dapat beradaptasi dengan pandemi Covid-19 di negara kita umumnya dan Provinsi Sumatera Utara khususnya, menuai pendapat pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Salah satu yang kontra terhadap wacana tersebut adalah Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, H Salman Alfarisi Lc MA. Hal itu dikemukakannya di sela-sela kunjungan kerja bersama Pansus Covid-19 DPRD Sumatera Utara di Kota Pematang Siantar, kemarin.


Menurut Salman, penerapan new normal tersebut lebih cocok dilaksanakan di daerah yang sudah mampu mengendalikan penyebaran virus Covid-19 dengan baik, bukan di daerah yang kasus penyebarannya cenderung terus mengalami kenaikan, seperti Provinsi Sumatera Utara.

"Kalau kita lihat data terbaru yang disajikan oleh GTPP Sumatera Utara menunjukkan penaingkatan kasus Covid-19 masih terus berlangsung. Jadi dikhawatirkan jika diberlakukan new normal, maka akan terjadi lonjakan kasus lagi, bahkan bukan tidak mungkin terjadi second wave (gelombang kedua) kasus Covid-19 di Sumut ini,"kata Salman.

Salman menilai, anggaran yang dibutuhkan jika diterapkan new normal seperti yang diwacanakan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah akan jauh lebih besar. Hal tersebut terjadi karena pemerintah harus menyediakan dana untuk pemenuhan kebutuhan protokol kesehatan yang menjadi persyaratan utama pemberlakuan new normal tersebut.

Jika ingin menjalankan new normal, maka pemerintah harus memastikan masyarakat bisa terlindungi dari virus corona ini. Salah satu contohnya adalah dari dunia pendidikan. Konsekuensi yang harus dilakoni pemerintah jika ingin membuka sekolah kembali adalah pemerintah harus menyiapkan ruang kelas baru minimal dua kali lipat yang ada sekarang.


"Kenapa? Karena siswa yang masuk sekolah harus menjaga physical distancing dengan siswa lain di kelasnya. Masalahnya ruang kelas di sini hampir rata dipersiapkan untuk 40-50 orang dalam satu kelas,"terang alumnus Universiti Kebangsaan Malaysia ini.

Senada dengan Salman, peneliti Indekstat Indonesia Wasis Wiseso Pamungkas SPt berpendapat bahwa konsekuensi anggaran yang dibutuhkan oleh pemerintah jika ingin menjalankan new normal akan sangat besar. Karena pemerintah harus bertanggung jawab dalam menyiapkan sarana dan fasilitas yang sesuai dengan protokol kesehatan.

“Seharusnya pemerintah sejak awal mengambil langkah yang tegas dalam penanganan covid-19 ini. Sehingga tidak timbul kebingungan baik di tingkat pemerintah daerah maupun masyarakatnya akibat kebijakan-kebijakan yang sering berubah dan bertentangan satu sama lain,"imbuh Wasis.

Kunci permasalahan utama yang terjadi dalam penanganan wabah Covid-19 ini, menurut Wasis, terletak pada tidak tegasnya pemerintah dalam menetapkan suatu kebijakan dan sering terjadinya ego sektoral di tingkat kementerian. Hal ini menyebabkan penanganan covid-19 di Indonesia menjadi semakin kompleks, rumit dan semakin lama.(UJ)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C