Log in

Rutan Kabanjahe Rusuh dan Dibakar

Seluruh warga binaan Rutan Kelas II B Kabanjahe dievakuasi ke Mapolres Tanah Karo di Jalan Veteran Kabanjahe. Kondisi Rutan Kelas II B Kabanjahe di Jalan Bhayangkara, Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, setelah dibakar warga binaan. Seluruh warga binaan Rutan Kelas II B Kabanjahe dievakuasi ke Mapolres Tanah Karo di Jalan Veteran Kabanjahe. Kondisi Rutan Kelas II B Kabanjahe di Jalan Bhayangkara, Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, setelah dibakar warga binaan.

Dipicu Provokasi 4 Napi Kasus Narkoba

Kabanjahe-andalas Kerusuhan pecah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kabanjahe, Rabu (12/2) sekira pukul 12.00 WIB. Rutan yang berlokasi di Jalan Bhayangkara, Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, itu dibakar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Keseluruhan warga binaan  sebanyak 410 orang dilaporkan selamat dan dapat dievakuasi ke Mapolres Karo.  Namun seluruh bagian paltfon dan atap bangunan serta fasilitas kantor musnah terbakar. Kerugian atas kebakaran itu belum diketahui secara pasti.

Selain kepulan asap kebakaran membubung tinggi di bangunan lantai dua, emparan batu juga melayang saat petugas pemadam kebakaran memadamkan api. “Kami (petugas pemadam kebakaran) dilempari batu saat memadamkan api, diduga dilakukan para warga binaan Rutan,” kata seorang petugas pemadam kebakaran.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, api juga membakar gereja yang ada di tengah Rutan. Sementara petugas pemadam kebakaran terus berjibaku untuk menjinakkan si jago merah walau mendapat serangan berupa lemparan batu.

Akhirnya kobaran api dapat dijinakkan tim pemadam Pemkab Karo sekitar pukul 16.00 WIB. Sisa-sisa api juga semuanya sudah dapat dipadamkan. Pantauan di lapangan, sempat terdengar tiga kali letusan senjata api dari pihak TNI. Menurut salah seorang warga, E Ginting, letusan senjata api itu bermaksud meredakan lemparan batu dari bagian dalam rutan agar aparat bebas masuk untuk memadamkan sekaligus mengevakuasi para tahanan.

Kepala Rutan Kelas II B Kabanjahe, Simson Bangun, SH membenarkan terjadinya kebakaran di Rutan Kelas II B Kabanjahe. Simson Bangun mengungkapkan, Rutan Kelas II B Kabanjahe sudah over kapasitas, daya tampung hanya 160 orang tapi dihuni sebanyak sekitar 410 orang.

"Seluruh tahanan (410 orang) selamat dan berhasil dievakuasi ke Mapolres," ujarnya sembari mengaku senjata personel Rutan juga dilaporkan aman. Menurutnya, kericuhan bermula saat petugas Rutan Kabanjahe melakukan razia rutin sebagaimana digelar setiap minggunya. Saat petugas melakukan razia di Blok C-III, warga binaan penghuni blok tersebut tak terima dan lantas melakukan perlawanan hingga berujung ricuh.

Simson menyebut, kericuhan terjadi akibat provokasi yang dilakukan oleh empat orang warga binaan (narapidana atau napi) yang tengah menjalani hukuman disiplin yang diberikan oleh petugas. ”Hukuman tersebut diberikan kepada keempatnya setelah beberapa waktu lalu tertangkap tangan mengonsumsi narkotika jenis sabu di dalam blok hunian,” ungkapnya.

Keempat warga binaan itu memprovokasi warga binaan lainnya sehingga terjadi kericuhan. Mereka melawan petugas dan melakukan pengrusakan serta melempar kobaran api ke ruangan arsip yang berisi seluruh dokumen. “Tak pelak lagi, seluruh ruangan petugas ikut terbakar, hanya blok hunian yang tidak ikut terbakar," jelas Simson.

Ia mengungkapkan, personel Sat Sabhara Polres Karo sempat melakukan pengamanan. Namun akibat situasi yang semakin memburuk, akhirnya ratusan prajurit dari Batalyon Infanteri (Yonif) 125/Simbisa Kabanjahe diturunkan untuk menangani peristiwa tersebut. Sementara, petugas pemadam kebakaran (damkar) dibantu Sat Pol PP Kabupaten Karo langsung melakukan pemadaman api.

Oleh petugas gabungan, seluruh warga binaan turut dievakuasi satu persatu menggunakan tangga melalui dinding tembok belakang di depan rumah dinas Kepala Rutan Kabanjahe, untuk selanjutnya diamankan ke Mapolres Karo.

Evakuasi 410 orang warga binaan ini dikawal ketat petugas TNI/Polri bersenjata lengkap. Hal senada disampaikan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly. Dia mengakui, kerusuhan di Rutan Kabanjahe bermula dari protes napi atas razia narkoba. Ada 4 napi diduga memprovokasi kerusuhan karena ditetapkan sebagai tersangka terkait razia narkoba di Rutan Kabanjahe.

"Ada napi yang berteriak-teriak lalu menyerang petugas Rutan. Mereka kemudian merangsek ke depan gedung perkantoran Rutan Kabanjahe. Mereka membakar gedung perkantoran," kata Menkum Laoly, Rabu (12/2). Kerusuhan, tambahnya, diduga terkait peristiwa pada Rabu, 8 Februari. Saat itu, pihak Rutan menggeledah sel.

"Ditemukan sabu-sabu seberat 30 gram milik 4 orang narapidana. Setelah dikembangkan, sabu-sabu tersebut diperoleh dari pegawai atas nama TS dan MAP yang merupakan PNS 2017," papar Laoly. Dari temuan ini, 4 orang napi dan 2 orang oknum pegawai tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ditahan di Polres Tanah Karo.

Pasca kasus ini, Kepala Rutan menurut Laoly secara rutin melakukan penggeledahan sel di Rutan Kabanjahe. Hingga akhirnya pada Selasa, 11 Februari, 4 orang napi dan 2 oknum pegawai yang berstatus tersangka kasus narkoba dikembalikan ke Rutan Kelas IIB Kabanjahe.

"Empat orang narapidana tersebut melakukan provokasi terhadap narapidana lainnya untuk menentang penggeledahan terus menerus yang dilakukan oleh karutan. Yang pada akhirnya pada hari ini Rabu,12 Februari sekitar pukul 12.00 WIB, napi terprovokasi melakukan pemberontakan dan pembakaran gedung perkantoran," terang Laoly.

Sedangkan sumber di Rutan Kabanjahe mengungkapkan, pemicu kerusuhan akibat adanya empat orang tahanan yang keberatan digari. Mereka sudah lama menyatakan keberatan atas penggarian itu. Lalu, sekira pukul 11.30 WIB, keempat tahanan tersebut minta izin garinya dilepas dengan alasan mau mandi.

“Tiba-tiba keempat warga binaan itu mendobrak ruang tunggu sembari membawa tabung gas. Setelah itu saya tidak tahu lagi, namun sekitar pukul 12 WIB telah terjadi kebakaran hebat,” ungkap sumber yang tidak bersedia dipublikasi identitasnya itu.

10 Napi Tersangka

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menyebutkan, pasca kerusahan pembakaran Rutan Kabanjahe, polisi mengamankan 10 orang narapidana yang diduga menjadi dalang kericuhan. Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan pengrusakan.

"Jumlahnya 10 orang itu tadi sudah dipisahkan langsung pemeriksan tambahan lanjutan di Tanah Karo," kata Kapolda, Rabu (12/2). "Tokoh-tokoh itu yang melakukan kekerasan terhadap barang dan orang dan merusak barang terhadap orang kami tuduhkan pasal 170 (KUHP)," tambahnya.

Kapolda juga memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Adapun penyebab kerusuhan, karena over kapasitas, sehingga menimbulkan kemarahan warga binaan.

"Ya Rutan rusuh karena over kapasitas, sehingga warga binaan marah," sebutnya. Sementara, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyampaikan, total napi di dalam Rutan berjumlah 410 orang, dengan rincian 380 pria dan 30 wanita.

Kendati mengalami kerusuhan, tidak seorang pun napi yang kabur. Demikian juga korban jiwa maupun luka-luka, tidak ada. "Situasi saat ini sudah terkendali dan api sudah padam," pungkasnya.

Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH didampingi Asisten Pemerintahan Setdakab Karo, Drs Suang Karo-karo, Kakan Satpol PP, Hendrik Tarigan langsung mengunjungi rutan untuk memastikan kondisi pascakebakaran.

Bupati Karo juga sempat mengelilingi bagian dalam dan luar bangunan Rutan. Bahkan Terkelin Brahmana juga menyempatkan naik ke bagian menara Rutan Kelas II B Kabanjahe. Menyangkut kebakaran yang diduga dipicu kerusuhan, Bupati Karo mempercayakan sepenuhnya kepada pihak Rutan dan Polres Tanah Karo. (RTA/DA/DTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C