Log in

Polisi Bongkar Prostitusi Berkedok Kawin Kontrak

Bareskrim Polri menangkap lima orang sindikat perdagangan orang bermodus kawin kontrak di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Bareskrim Polri menangkap lima orang sindikat perdagangan orang bermodus kawin kontrak di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Jakarta - andalas Bareskrim Polri menangkap lima orang yang merupakan sindikat perdagangan orang bermodus kawin kontrak di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Polisi menyebut pelaku biasanya menjual wanita ke turis Timur Tengah.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menjelaskan, lima orang yang ditangkap adalah NN, OK, HS, DOR, dan AB. Argo mengatakan pelaku ditangkap karena melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Dengan modus booking out (BO), kawin kontrak, dan short time, di daerah Jawa Barat," kata Argo saat jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (13/2).

Sementara itu, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengungkap peran tiap pelaku. NN dan Oka disebutkan berperan sebagai muncikari (penyedia wanita ke turis Timur Tengah), HS berperan mencari turis Timur Tengah (WNA) yang ingin melakukan kawin kontrak. DOR sebagai penyedia transportasi, sedangkan AB merupakan WNA yang ditangkap.

"Wisata seks 'halal' di Puncak ini kemudian sudah menjadi isu internasional. Sehingga kami mencoba melakukan penyelidikan di Puncak, kemudian terungkaplah jaringan," ujar Ferdy. Ferdy mengungkapkan keempat pelaku sudah menjalankan bisnis kawin kontrak sejak 2015. Dari aksinya itu, lanjut Ferdy, pelaku biasanya mendapatkan untung 40 persen dari tiap perempuan yang melayani kawin kontrak.

"Kalau misalnya dibayar Rp 500 ribu, 40 persen dia dapat. Dibayar dia Rp 5 juta, 40 persen dia dapatnya itu. Sisanya untuk korban itu. Itu hidup bersama, dinikahkan, kemudian setelah itu selesai, mereka kembali ke negaranya masing-masing. Jadi, siapa pun bisa menjadi saksi dan penghulu, disahkanlah pernikahan kontrak ini. Kenapa menjadi bisnis? Karena ada supply dan demand. Dan ini dijadikan bisnis, bisnis seks di sana," ungkap dia.

Dari penangkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa 7 handphone, uang Rp 900 ribu, paspor dan 2 boarding pass milik pelaku AB, serta printout pemesanan apartemen. Para pelaku dijerat Pasal 2 ayat 1 dan 2 UU No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO, dengan ancaman hukuman 3-15 tahun penjara.

Libatkan Penjaga Vila

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan menyebutkan, kawin kontrak di kawasan Puncak merupakan sebuah kejahatan sindikat. Iwan menyebut adanya keterlibatan penjaga vila di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

"Iya, yang jaga vila sudah jaringan. Pengen juga kita jebak," kata Iwan di Masjid Jamie Al-Barokah RT 5/8, Desa Parakan Jaya, Kemang, Kabupaten Bogor, Jumat (13/9). Iwan mengatakan kawin kontrak adalah sebuah kejahatan yang dilakukan sindikat. Kawin kontrak dilakukan secara terselubung, sehingga menurutnya perlu ada penyamaran ke dalam sindikat untuk membongkar praktik kawin kontrak itu.

"Kawin kontrak itu sindikat. Kita juga harus jadi 'sindikatnya'. Kalau terlalu terbuka, nggak bakalan (terbongkar). Karena itu ada orang wilayah atau setempat," imbuh Iwan. Menurut Iwan, praktik kawin kontrak dilakukan di vila-vila dan tertutup. "Itu yang terjadi, tertutup. Pernah terjadi dan sekarang pasti ada, tapi itu di tempat-tempat tertutup, di vila," lanjut Iwan.

Iwan kemudian mengungkap bahwa dia pernah memiliki teman yang terlibat dalam kawin kontrak. Mereka diminta menyediakan orang-orang sebagai saksi hingga wali agar kawin kontrak itu terkesan sah dan halal.

"Saya pernah punya seorang teman, mungkin gelap mata ya, diminta untuk menjadi wali PSK. Temen satu lagi diminta menjadi saksi. Yang gila lagi, orang yang bisa baca Al-fatihah disuruh menjadi naib," tuturnya. Dalam praktiknya, kata Iwan, sindikat ini melakukan rekayasa.

"Di vila yang mengumpet-ngumpet. Di satu mobil, bawa PSK yang ngaku-ngaku ini, disampaikan ke orang Timur Tengah, bahwa ini orang tuanya, walinya dan ini sah. Itu terjadi, itu rekayasa semua," sambungnya. Sebelumnya Iwan menyebut bahwa kawin kontrak hanya sebuah rekayasa untuk melegalkan prostitusi. (DTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C