Log in

Jelang Pilkada, Kinerja Aparatur Pemko Medan Makin Melempem


Medan-andalas Jelang dekatnya perhelatan Pilkada, kinerja aparatur Pemko Medan di tingkat kelurahan dan kecamatan, terkesan semakin melempem dan tak peduli kepada masyarakat, disebabkan tidak adanya rasa tanggung jawab terhadap jabatan yang diemban.

Hal ini mungkin disebabkan, karena masih belum ada pemangku jabatan tertinggi di Kota Medan, sehingga mereka merasa tidak peduli terhadap lingkungan mereka
masing-masing.

Ini terlihat jelas di lokasi sekitar Jalan Sudirman, S Parman dan Mongonsidi dekat jembatan Babura yang masih banyaknya sisa galian drainase ataupun sisa
galian proyek dari perusahaan yang melakukan kegiatan di sepanjang jalan itu masih belum di bersihkan dan terkesan melakukan pembiaran.

Hal ini menyebabkan rusaknya jalan protokol kelas 1 dan menjadikan sumber kemacetan lalu lintas di tengah-tengah kondisi pandemi yang sangat memprihatinkan.
Dari tingkat kepala lingkungan sampai ke kecamatan pun tidak berupaya segera menegur atau membersihkan orang-orang memiliki tanggung jawab atas kegiatan
tersebut.

Sehingga menambah catatan bobroknya para pemangku kekuasaan di tingkat lurah dan camat dan para penangku kepentingan. Kadis dan Sekda harus tegas serta
mengambil sikap atas kondisi ini di jalan protokol saja terjadi seperti ini.

"Apa lagi di kelurahan-kelurahan yang berada di batas kota," ujar politisi NasDem, Nezar Djoeli, Sabtu (20/11/2020). Anggota dewan pun terkesan acuh tak acuh serta tidak tanggap terhadap situasi ini. "Mana rasa tanggung jawab kita terhadap hal ini," tanya Nezar.

Menurut Nezar, Medan yang kita cintai ini terkesan auto pilot. Pjs wali kota pun tidak tanggap terhadap situasi ini. Di depan rumah Gubernur Sumut pun tidak
dipedulikan atas kebersihan dan keindahan kota.

Apalagi di daerah-daerah yang banyak penduduknya. "Saya sangat sedih melihat kondisi ini, karena peran lurah dan camat tidak ada dalam kekosongan
pemerintahan kota menuju Pilkada ini," kata Nezar.

Pjs Wali Kota Medan tidak dianggap sebagai pucuk pimpinan tertinggi saat ini, karena sifatnya hanya temporer. Untuk itu, siapa pun nanti yang akan terpilih
menjadi Wali Kota Medan, Nezar minta agar dievaluasi seluruh jajarannya.

Dari mulai tingkat atas sampai bawah, agar dibuang saja pejabat-pejabat yang sekarang ini hanya berpikiran money follow program bukan program follow money.
"Dan hal ini merupakan catatan penting bagi Wali Kota Medan terpilih nanti," ujar Nezar, yang juga Sekretaris Perkumpulan Masyarakat Demokrasi Empatbelas.

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C