Log in

Hendro Susanto : Kandidat Dinasti Kemungkinan Kalah, 90 Persen

Hendro Susanto Hendro Susanto

Medan-andalas Kandidat kepala daerah (calon bupati atau wali kota) yang berstatus dinasti, besar kemungkinan (90 persen) akan mengalami kekalahan di dalam
kontestasi Pilkada.

Demikian pendapat Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, yang juga Ketua Komisi A DPRDSU, Hendro Subroto dalam bincang-bincang dengan sejumlah wartawan di ruang fraksi, Jumat (7/8/2020).

Menurut Hendro, dari hasil percakapan dirinya dengan masyarakat setiap kali berkunjung ke berbagai daerah di Sumatera Utara, banyak warga menyatakan
sudah jenuh dan jumud, jika yang menjadi bupati atau wali kota, orangnya yang itu-itu juga (dilanjutkan oleh anak, istri atau kerabat petahana).

Hendro menambahkan, masyarakat sudah mulai objektif dan rasional dalam memilih pemimpinnya melalui perhelatan Pilkada. "Masyarakat tidak sepenuhnya bisa lagi
dipengaruhi oleh pressure dan godaan money politics dalam menentukan pilihannya," ujarnya.

Dalam konteks itu, Hendro mengapresiasi Kapoldasu Ijen Pol Martuani Sormin, yang dalam diskusi bersama Komisi A DPRD Sumut di Mapoldasu baru-baru ini,
berkomitmen mengawal pelaksanaan Pilkada serentak di Sumatera Utara, sehingga dapat melahirkan para pemimpin yang bermartabat di daerah ini.

Karena itu, kata politisi muda yang dikenal energik dan smart ini, DPRD Sumut khususnya Komisi A tidak pernah jenuh memberikan dorongan kepada jajaran penyelenggara Pemilu, supaya dapat meningkatkan sosialisasi supaya menembus angka partisipasi pemilih nasional, 70 persen.

Selain itu, sebut wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Binjai dan Kabupaten Langkat ini, pihaknya (PKS) juga tak henti mendorong dan menyuarakan
pentingnya penguatan nilai-nilai demokrasi kepada rakyat melalui Pilkada, dengan adanya upaya yang serius mencegah tidak terjadinya pelaksanaan Pilkada
melawan kotak kosong.

Kendati demikian, Hendro juga tidak memungkiri setidaknya terdapat empat daerah di Sumatera Utara yang potensial terjadi paslon menghadapi kotak kosong.
"Begitupun kita berharap, supaya elite partai politik ikut berperan aktif untuk mencegah supaya hal itu tidak sampai terjadi," harapnya.

Pada bahagian lain, dia berharap munculnya politik identitas di dalam Pilkada nanti tidak perlu terlalu dipersoalkan. "Politik identitas jangan dianggap
sebagai musuh, melainkan harus dijadikan sebagai peneguhan identitas dalam rangka mengokohkan kebersamaan sebagai sebuah bangsa yang majemuk,"katanya.

Hendro menambahkan, yang perlu dimusuhi adalah para buzzer yang kerap melakukan hal-hal yang kontraproduktif dan menyebar black campaign. "Pilkada seharusnya
dijadikan sebagai pertarungan ide dan gagasan, bukan sebaliknya menjadi ajang saling menjatuhkan," imbau Hendro sembari minta masyarakat ikut melakukan
pengawasan, agar pelaksanaan Pilkada berjalan jujur dan demokratis.(UJ)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C