Log in

Dugaan Ijazah Palsu Bacawabup Martua Sitanggang, Massa APMPD Demo DPRD dan KPU

  Aksi bakar ban bekas mewarnai demo massa APMPD di depan kantor KPU Samosir terkait dugaan ijazah palsu bacawabup Martua Sitanggang.(Andalas/hotdonnaibaho). Aksi bakar ban bekas mewarnai demo massa APMPD di depan kantor KPU Samosir terkait dugaan ijazah palsu bacawabup Martua Sitanggang.(Andalas/hotdonnaibaho).

Samosir-andalas Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Demokrasi (APMPD) Samosir, menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor DPRD Samosir, Selasa (21/9/2020).

Orator aksi Charter Sitanggang, Suganda, Jautir S, mengatakan, dari informasi website resmi KPU Samosir, satu pasangan Balon Bupati dan Wakil Bupati ditemukan kejanggalan pada berkas yang diserahkan ke KPU atas nama Martua Sitanggang (Bapaslon Wakil Bupati dari Vandiko T Gultom atau Vantas).

Setelah membacakan tuntutan aksi, Ketua DPRD Samosir Saut Martua Tamba, Wakil Ketua DPRD Nasip Simbolon, anggota DPRD Renaldi Naibaho, Parluhutan Samosir, Roma Uli Panggabean, Pahan Gultom, menerima perwakilan massa APMPD Samosir di ruang rapat DPRD Samosir.

Perwakilan ratusan massa, Jautir menyampaikan diduga ijazah SMA dan surat keterangan Martua Sitanggang, dipalsukan ditandai dengan beberapa kejanggalan.
Pada Surat keterangan dikeluarkan SMP Negeri 1 Pangururan Nomor : 421.3/069/SMPN1.PRRN/IX/2020 bertanggal 07 September 2020, Martua Sitanggang lahir pada tahun 1952.

Sedangkan pada ijazah nomor VCi No. 026 (Point A No.1) tertulis kelahiran tahun 01 Februari 1954. Kemudian nama pada ijazah SMA tertulis Martua S, bukan Martua Sitanggang seperti yang termuat dalam surat keterangan SMP Negeri 1 Pangururan Nomor : 421.3/069/SMPN1.PRRN/IX/2020.

Jautir Simbolon yang merupakan saudara kandung Rapidin Simbolon membuka rekaman percakapan dirinya dengan mantan Kepala SMA Negeri 1 Jambi, Adi Triono melalui mikrofon. Dalam percakapan itu Adi Triono mengatakan, jika dirinya melegalisir ijazah harus ada penanggalan dan tahun.

Jautir menambahkan, sebagai abang kandung Rapidin Simbolon, dirinya minta supaya tidak mencalonkan kembali sebagai bupati. Jika ada Bacawabup yang bermasalah dengan ijazahnya. Karena, berkompetisi itu harus transparan.

Menurut dia, hal paling aneh, KPU Samosir mengunjungi SMA Negeri 1 Jambi pada 11 September 2020. Ini bisa dibuktikan dari buku daftar tamu. Sementara, pada 10 September 2020, Bacawabup Martua Sitanggang melakukan tes kesehatan di RS Adam Malik, Medan.

Hari itu juga keluar ijazah yang sudah bersidik jari.Dimana ijazah yang di upload di website KPU belum bersidik jari. "Jelas ini sangat aneh, di mana ijazah ini disidik jari ? Bukankah di hadapan kepala sekolah yang bersangkutan harus melakukan sidik jari atau bisa dikirim," ujarnya.

Sementara, hal yang lain disampaikan APMPD, tempat lahir pada ijazah SMA tertulis di Harian Bohoh-Tapanuli sedangkan pada surat keterangan dari SMP Negeri 1 Pangururan Nomor : 421.3/069/SMPN1.PRRN/IX/2020 tertulis tempat lahir di Pangururan.

Kemudian surat keterangan dikeluarkan SMA Negeri 1 Kota Jambi Nomor : 423/128/SMA 1/MN.2015 bertanggal 10 Maret 2015 memuat perubahan atas kekurangan penulisan nama dan kesalahan pada tempat lahir.

Sedangkan, pada Surat keterangan dikeluarkan SMA Negeri 1 Kota Jambi Nomor : 596/110/SMA 1/KM.2020 bertanggal 10 September 2020 memuat kekurangan penulisan nama dan kesalahan penulisan nama orang tua tanpa keterangan kesalahan pada tempat lahir.

Wakil Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon, menyampaikan menerima aspirasi masyarakat dan akan melakukan rapat dengan pihak penyelenggara. "Tetapi, perlu juga disampaikan, DPRD bukan penyelenggara pemilihan. Tetapi menampung aspirasi masyarakat,"katanya.

Nasip juga tidak sepakat bila ada bapaslon yang menggunakan ijazah palsu. Hanya saja, DPRD tidak bisa merekomendasikan lolos tidaknya Bapaslon. Karenanya, DPRD Samosir akan menindaklanjuti dengan memanggil KPU Samosir untuk rapat dengar pendapat.

"Harapan kami, siapa pun yang menjadi bupati hasil pemilihan pada Pilkada 9 Desember 2020, merupakan Bupati seluruh masyarakat Samosir. DPRD Samosir tidak bisa diintervensi,"tutup dia.

Selanjutnya, APMPD berunjuk rasa di depan kantor KPU Samosir. Orator aksi Charter Sitanggang meminta supaya Komisioner memberi jawaban atas tuntutan terkait dugaan ijazah palsu Bacawabup, Martua Sitanggang. "Kami datang ke sini hanya menuntut kebenaran dan tidak ingin berbuat anarkis. Jadi tolong Komisioner KPU Samosir memberi jawaban,"tegasnya.

Aksi dorong-dorongan pun sempat terjadi dengan petugas kepolisian, tatkala pengunjukrasa ingin memaksa masuk ke Kantor KPU Samosir. Bukan hanya itu, pengunjukrasa pun membakar ban bekas di depan Kantor KPU Samosir.

Akhirnya, setelah terjadi negosiasi antara APMPD dengan pihak kepolisian, 10 orang perwakilan APMPD memasuki ruangan KPU Samosir dan diterima Sekretaris KPU, Pahala Sinaga. Karena kelima Komisioner KPU Samosir tengah perjalanan dinas.(HN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C