Log in

Diskresi di Musda Golkar, Bukan Instruksi untuk Memilih Seseorang !


Medan-andalas Terkait dengan pemberian Diskresi di internal Partai Golkar, yang tak jarang disalahtafsirkan, Ketua Korbid Kepartaian DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Rolel Harahap merasa perlu memberi penjelasan sekaligus membeberkan pengalamannya, saat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Tanjung Balai pada 2010 lalu, yang juga diwarnai pemberian Diskresi.

Menurut Rolel Harahap, saat itu Juklak mengatur ketua DPD Partai Golongan Karya hanya boleh sebanyaknya menjabat selama dua periode. Namun, dr Sutrisno Hadi (almarhum) yang sudah dua periode sebagai ketua DPD Partai Golkar Tanjung Balai, masih berkeinginan maju sebagai calon ketua untuk periode ketiga.

Demi memenuhi keinginannya tersebut, akhirnya diuruslah ke DPP Partai Golkar memohon supaya diberikan izin untuk kembali maju, dan almarhum saat itu mendapat Diskresi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, boleh menjadi calon untuk periode ketiga.

Bermodalkan Diskresi sebagai calon, ternyata tidak dengan serta merta mendapatkan hasil sesuai dengan ekspektasinya. Terbukti setelah dilakukan pemilihan, Sutrisno Hadi hanya mendapatkan 2 suara dan saingannya, Rolel Harahap berhasil memperoleh 7 suara.

"Akhirnya saya yang disahkan dan dilantik sebagai ketua DPD Partai Golkar Kota Tanjung Balai, kendati almarhum Sutrisno Hadi mengantongi Diskresi dari DPP,"ungkap Rolel Harahap, Jumat (10/07/2020).

Pihak yang memilih saya (7 suara) selanjutnya tidak dikonotasikan sebagai pihak yang tidak patuh terhadap instruksi Ketum DPP Golkar. "Sebab, sesungguhnya Diskresi bukan instruksi untuk memilih, tetapi hanya sebatas boleh ikut sebagai calon meski persyaratan, tidak mencukupi,"tegas mantan Wakil Wali Kota Tanjung Balai ini.

Terpisah Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Amas Muda Siregar menegaskan, tidak benar alias hoaks belaka, jika terdapat selentingan kabar yang menyebut Musa Rajeksha alias Ijeck sebagai calon tunggal Ketua DPD Partai Golkar Sumut. "Tidak benar itu,"tegasnya.

Amas menjelaskan, jika terdapat seorang kader yang ingin maju sebagai ketua, tapi tidak memenuhi syarat, diberilah Diskresi dari DPP Golkar untuk izin mencalon. “Karena bika tidak ada diskresi, beliau tidak bisa mendaftar. Kalau dia sudah mendaftar pasti diundang,” ujarnya.

Ia menambahkan, seseorang yang mendaftar sebagai calon Ketua DPD Golkar minimal mendapatkan dukungan 30 persen suara dari yang memilih. “27 DPD tingkat 2 mendukung Ahmad Yasyir Ridho Loebis dari jumlah suara 39,” bebernya.

Disinggung soal pelaksanaan Musda, Amas mengaku belum dapat instruksi Musda di Jakarta. "Kita akan segera menggelar rapat dengan Plt Ketua Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tandjung untuk membentuk panitia Musda, paling lama Musda Sumut diharapkan bisa digelar ini 31 Juli 2020,"katanya.(UJ)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C