Log in

Di Tengah Pandemi, Sinabung Kembali Muntahkan Abu Vulkanik

 Gunung Api Sinabung kembali memuntahkan abu vulkanik dengan tinggi kolom 2 km dari puncak Gunung Api Sinabung kembali memuntahkan abu vulkanik dengan tinggi kolom 2 km dari puncak

Kabanjahe-andalas Di tengah pandemi wabah virus corona, sungguh memiriskan hati nasib petani di sekitar lereng Gunung Sinabung. Dampak laharan beberapa waktu lalu, masih terasa, kini petani kembali merana disiram abu vulkanik yang cukup tebal dan pekat.

Bertahun-tahun dihajar abu erupsi vulkanik, sejak tahun 2010, kadang disapu laharan yang cukup deras dan dahsyat, belum lagi harga jual tidak berpihak kepada petani.

Aktivitas erupsi Gunung Sinabung yang mulai tenang satu tahun terakhir, siapa sangka, tiba-tiba kembali memuntahkan abu erupsi vulkanik dan lumpur yang cukup tebal, terlebih disaat wabah virus corona menjadi perhatian serius pemerintah dan semua pihak.

Berdasarkan informasi dari Pos Pemantauan Gunung Sinabung erupsi pada pukul 01.58 WIB, Sabtu (08/08 2020) dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 4.460 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi ± 1 jam 44 detik.

Saat ini G. Sinabung berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi:

1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

2. Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

3. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar. Sumber data, KESDM, Badan Geologi, PVMBGP os Pengamatan Gunungapi Sinabung.

Menyikapi kondisi Gunung Sinabung yang tiba-tiba kembali erupsi, secara terpisah, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH dan Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karo, Natanail Peranginangin yang sebelumnya Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, mengimbau kepada masyarakat agar menjauhi zona merah gunung Sinabung, yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Zona merah sangat berbahaya, harus dihindari untuk menyelamatkan warga dari peristiwa fenomena alam tersebut," kata bupati seraya mengimbau warga maupun petani diharapkan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 Km dari puncak Gunung Sinabung.

"Selain itu, radius sektoral 5 Km untuk sektor Selatan-Timur, dan 4 Km untuk sektor Timur-Utara," ujarnya. Pada kesempatan itu, Bupati Karo juga mengimbau warganya agar tetap memakai masker menghindari dampak buruk abu erupsi yang berterbangan di jalan sekaligus tetap mematuhi protokol Covid-19.

Pantauan harianandalas.com, luncuran abu erupsi terparah di seputaran Kecamatan Namanteran. Sejumlah badan jalan terlihat ditimpa debu vulkanik cukup tebal. Bahkan Kecamatan Berastagi juga kebagian siraman abu vulkanik, namun tidak separah Kecamatan Namanteran.(RTA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C