Log in

Dahsyatnya Vulkanik Sinabung, 1.483 Ha Lahan Pertanian Rusak, Petani Karo Rugi Rp 41,8 M

  Kadis Pertanian Karo Ir Metehsa Purba meninjau lahan pertanian terdampak erupsi Sinabung bersama Kadis Tanaman Pangan & Hortikultura Provsu Dahler Lubis. (andalas/robert tarigan) Kadis Pertanian Karo Ir Metehsa Purba meninjau lahan pertanian terdampak erupsi Sinabung bersama Kadis Tanaman Pangan & Hortikultura Provsu Dahler Lubis. (andalas/robert tarigan)

Kabanjahe-andalas Bencana erupsi Gunung Sinabung di tengah pandemi Covid-19, menyisakan cerita kepedihan bagi petani di empat kecamatan di Kabupaten Karo. Ribuan hektare lahan tanaman warga mengalami kerusakan parah. Akibatnya tanaman warga terancam gagal panen dan mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Dampak erupsi Gunung Sinabung yang terjadi selama tiga hari terakhir ini disertai penyebaran material debu vulkanik panas yang cukup tebal, menyebabkan petani di Kecamatan Naman Teran, Merdeka, Berastagi dan Kecamatan Dolat Rayat mengalami kerugian sebesar Rp 41,8 miliar lebih, akibat kerusakan tanaman pertanian seluas 1,483 Ha dengan jumlah 23 jenis komoditi hortikultura.

Data kerugian ini diketahui berdasarkan laporan kerugian sektor pertanian berdasarkan laporan kerusakan pertanaman terdampak erupsi Gunung Sinabung pertanggal 8 Agustus 2020 dari Dinas Pertanian Kabupaten Karo.

Hal diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Ir Metehsa Purba, saat rapat koordinasi penanganan bencana erupsi Sinabung di Kantor Koramil 04/SE, Jalan Kiras Bangun, Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo, Selasa (11/08/2020) siang.

Rakor Sinabung itu dihadiri, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH, Dansatgas Penanganan Bencana Erupsi Sinabung yang juga Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto Ssos, dan Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono SH Sik, Plt Kalak BPBD Kabupaten Karo, Natanail Peranginangin SH.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan drg Irna Safrina Melilala, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karo Abel Tarwai Tarigan SSos MT, Kepala Dinas Perkim, Paksa Tarigan, Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karo, Hendrik Philemon Tarigan AP MS dan Ketua PMI Kabupaten Karo, dr Jasura Pinem.

Menurut Metehsa Purba, hasil pendataan petugas pertanian di lapangan, ada 23 jenis komuditi pertanian yang mengalami kerusakan level ringan, sedang dan berat di empat kecamatan. Terparah dialami Kecamatan Naman Teran dan Merdeka.

Di empat kecamatan itu, tanaman yang rusak antara lain, bawang daun seluas 51,5 hektare (ha), kentang seluas 258 ha, kubis 188 ha, kol bunga 165 ha, petsai 175,5 ha, wortel 56,5 ha, cabai besar 270 ha, cabai rawit 45 ha, tomat 157,5 ha, seledri 26 ha, terong 4 ha, buncis 30,5 ha, selada 6,5 ha, tanaman lobak 3,5 ha, ercis 2 ha, krisan 1 hektare, jeruk 12,5 ha, brokoli 10 ha, selada air 5 ha, jipang 3 ha, stroberi 8 ha, tanaman hias 2 ha dan ubi 2 ha.

Dinas Pertanian Kabupaten Karo, sambung Metehsa Purba, merekomendasikan penggunaan blower untuk menyingkirkan debu yang melekat pada daun-daun dan batang tanaman. Selanjutnya dilakukan penyiraman dengan air bersih dan penyemprotan fungisida dan zat daun agar tunas muda muncul kembali agar tidak terhalang proses fotosintesis. "Hal itu dilakukan sebagai upaya menyelamatkan tanaman pertanian yang masih bisa diselamatkan,” ujarnya.

Dahler Lubis : Saat Petani Kesusahan Kita Hadir

Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provsu Ir H Dahler Lubis MMA menyebutkan, sebagai tahap awal bantuan yang disalurkan dari Provinsi Sumut adalah blower dan fungisida, secepatnya akan dikirim ke Kabupaten Karo.

Kemudian, kita akan menginventarisir kebutuhan petani paska erupsi terutama yang paling mendesak (skala prioritas-red). Dinas Pertanian Provinsi sudah programkan di musim Covid-19, ada tanaman jagung, tetapi tanaman jagung tidak ada kena di sini.

Karena sentra tanaman jagung tidak berada di empat kecamatan terdampak erupsi Sinabung. Tomat dan cabai juga ada. “Tetapi yang jelas, dalam meringankan beban petani Kabupaten Karo, kita akan ada di sana. Tetapi yang tertutama kita berharap turun hujan untuk membersihkan tanaman petani,“ jelasnya.

Terpisah, salah seorang petani kentang desa Naman Teran, SU Br Ginting (45), mengaku, dua hari sebelum erupsi Sinabung, mulsa (plastik-red) tanaman kentangnya seluas 2 hektar diterjang angin puting beliung di juma (ladang-red) “Sukanalu Badiken”.

Semua mulsa tercabut dan habis dibawa angin kencang, kerugian saya sekitar Rp15 juta (biaya mulsa). Habis itu, datang lagi ebu erupsi yang cukup tebal menimbun tanaman kentangnya. "Semoga tanaman kentang itu masih bisa diselamatkan," tuturnya. (RTA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C