Log in

Bom Bunuh Diri Guncang Mapolrestabes Medan

Terduga pelaku bom bunuh diri, Rabbial Muslim Nasution alias Dedek tewas mengenaskan di lapangan apel Mapolrestabes Medan. Terduga pelaku bom bunuh diri, Rabbial Muslim Nasution alias Dedek tewas mengenaskan di lapangan apel Mapolrestabes Medan.

Pelaku Tewas Mengenaskan, 1 Diburu

Medan-andalas Sebuah bom bunuh diri mengguncang Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) Medan, di Jalan HM Said, Rabu (13/11) sekira pukul 08.35 WIB. Pelaku bom bunuh diri, Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24) tewas dengan kondisi tubuh sangat mengenaskan. Sementara 5 orang dari personel Polrestabes Medan dan seorang warga sipil mengalami luka luka.

Informasi yang dihimpun andalas di Mapolrestabes Medan menyebutkan, bom meledak tepat di depan layanan pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihanto mengatakan, pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan dilakukan tunggal oleh Rabial Muslim Nasution (24). Kasus itu masih dikembangkan oleh penyidik Polrestabes Medan dan Polda Sumut.

"Kita juga sudah memeriksa tiga orang keluarga dari pelaku bom bunuh diri bernama Rabial Muslim Nasution (24) warga Jalan Jangka, Gang Tentram No 86 B, Lingkungan III, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah," ucap Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihanto kepada wartawan, di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11) sore.

Dari penyelidikan dilakukan, pelaku datang berjalan kaki masuk ke Mapolrestabes Medan seorang diri tanpa didampingi oleh pelaku teror lainnya. "Pelaku tunggal yang nekat melakukan aksi bunuh diri di Lapangan Apel Mapolrestabes Medan," imbuhnya.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja membeberkan, pelaku bom bunuh diri Rabial Muslim Nasution sebelumnya sempat digeledah saat akan masuk ke markas Polrestabes Medan. Bahkan petugas sempat menyuruhnya membuka jaket ojek online (GoJek) yang dikenakannya.

“Yang bersangkutan sudah dua kali diperiksa karena tindak tanduknya mencurigakan,” kata Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (13/10).

Kepada petugas, pelaku yang membawa ransel hitam tersebut  mengaku akan membuat SKCK.

“Ditegur oleh anggota, ‘Mau ke mana pak?’ ‘Mau buat SKCK’. Buka jaket, dibuka, bawa tas apa isinya, dibuka nggak ada apa-apa hanya buku. Digeledah tidak ada benda mencurigakan. Itu di luar Mapolres,” ucapnya.

Pelaku yang berbaur bersama warga yang mengurus SKCK ikut masuk saat pintu gerbang dibuka dan kembali ditegur petugas untuk membuka jaketnya.
Pelaku kemudian berjalan menuju ke arah depan kantor Bag Ops sampai di depan mobil dinas Kabag Operasional pelaku langsung meledakkan dirinya.

 “Lima menit setelah teguran tersebut, terdengan bunyi ledakan  dari parkiran mobil,” ungkap Tatan.

Pelaku bom bunuh diri tewas dengan tubuh terpotong-potong. Sedangkan  5 orang personeli polisi dan satu sipil terluka. Mereka yang terluka adalah Kompol Abdul Mutolip, Kasi Propam Polrerabes Medan mengalami luka tangan kanan robek. Lalu, Kompol Sarponi, Kasubbag Bin Ops Polrestabes Medan mengalami luka robek bokong sebelah kanan. Kemudian, Aipda Deni Hamdani Brigadir Si Propam  Polrestabes Medan mengalami luka-luka terkena serpihan.

Bripka Juli Chandra, Brigadir Si Propam Polrestabes Medan, telinga sebelah kanan tidak bisa mendengar. Ricard Purba PHL Bag Ops mengalami luka memar di wajah dan lengan, dan Ihsan Mulyadi Siregar (27), mahasiswa, warga Jalan Bakti Suka Dono Dusun IV Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal Medan, mengalami luka di pinggul sebelah kiri terkena serpihan.

Sementara kendaran dinas polisi yang rusak ada 4 unit, yaitu mobil dinas KA Bag Ops mengalami rusak kaca pecah dan terkena serpihan, mobil pribadi KA Bag Ops rusak. Lalu dua unit truk dinas mengalami kaca pecah dan terkena serpihan ledakan.

Mayat pelaku Rabbial Muslim Nasution dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumut. Begitu juga 6 korban yang mengalami luka-luka diboyong ke rumah sakit milik Polri itu untuk mendapatkan perawatan.

1 Pelaku Diburu

Terpisah, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, masih ada satu pelaku terkait pengeboman di Polrestabes Medan, dalam pengejaran.

"Penanganan soal bom yang saat ini sudah diketahui pasti korban jiwa ada satu pelaku, dan lima aparat kita dari polisi yang satu dari orang biasa (luka-luka). Yang satu bombernya lari dan masih pengejaran," kata Mahfud di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (13/11).

Sementara itu, polisi mengamankan mertua dari Rabbial alias Dedek setelah sempat salah dalam mengidentifikasi kediamannya. Pasca-ledakan di Mapolrestabes Medan, aparat bergerak mencari rumah terduga pelaku yang tewas dalam aksi bom bunuh diri itu. Polisi sempat kesulitan mencari rumah pelaku.

Awalnya, polisi mendatangi rumah di Pasar 1 Rel Kecamatan Medan Marelan. Namun di lokasi itu, ternyata terduga pelaku bersama istrinya Dewi sudah lama pindah. Rumah itu pun sudah lama dijual.

Polisi kemudian mendatangi lokasi kedua di Jalan Marelan 5 Pasar 2 Barat Lingkungan 17 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan. Rumah ini didiami oleh mertua Rabbial, Andi Syahputra. Tapi Rabbial alias Dedek dan istrinya hanya sesekali datang ke rumah itu. Polisi tidak menemukan istri terduga pelaku. Polisi kemudian membawa mertua dari terduga pelaku.

Kemudian tim Gegana mendatangi Rumah Nomor 202 C di Lingkungan 6, Gg Melati 8, Kecamatan Medan Marelan, Rabu (13/11) sore. Rumah ini ternyata baru satu bulan ditinggali oleh terduga pelaku dan istrinya. Pasangan suami istri itu menyewa rumah tersebut dari warga yang bernama Fauziah.

Dari rumah ini, polisi membawa sejumlah benda, kemudian memasangi garis polisi. Penggeledahan di rumah bernomor 212 C itu berlangsung hampir 1 jam. Terlihat petugas membawa pipa besi dan 2 anak panah. Petugas juga terlihat membawa keranjang dan koper, tapi isinya belum diketahui.

Kepala Lingkungan VI Tanah 600, Sumini, juga mengaku tidak tahu apa saja benda yang dibawa petugas dari rumah kontrakan itu. "Saya enggak tahu. Soalnya waktu saya disuruh masuk, semuanya sudah dimasuk-masukin, jadi enggak tahu apa aja yang mereka bawa," ucapnya.

Polisi membuka garis polisi yang sebelumnya berjarak sekitar 25 meter dari rumah. Namun pita kuning itu dipasang di sekeliling rumah. "Ibu jaga ya, jangan ada yang melintasi ini," kata seorang petugas kepada Sumini.

Kasat Intel Polres Pelabuhan Belawan Iptu SIB Simanullang membenarkan, polisi membawa kedua mertua pelaku bom bunuh diri itu ke Mapolres Pelabuhan Belawan guna pengamanan dan penyelidikan.

Sementra itu, Tim Jibom Polda Sumut menggeledah sepeda motor milik pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Petugas pun mengamankan satu kantong plastik barang yang ada di dalam bagasi motor tersebut.

Penggeledahan itu dilakukan pada pukul 17.56 WIB. Bagai motor yang sudah diberi police line dan berada 50 meter dari gerbang Polrestabes Medan ini langsung dibongkar oleh Tim Jibom Polda Sumut menggunakan linggis.

Tim Jibom kemudian membawa sejumlah barang dari bagasi motor itu. Kemudian, barang tersebut langsung diamankan ke mobil Jibom yang sudah terparkir tidak jauh dari posisi sepeda motor berada.

Sepeda motornya kemudian diangkat petugas untuk diamankan di dalam Mapolrestabes Medan.(ACO/DA/DP/HAM/BBS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px