Log in

Ada Bunyi 'Tok-tok' di Rumah Bomber Medan

Rumah mertua Dedek di Jalan Marelan 5 Pasar 2 Kelurahan Rengas Pulau digeledah kepolisian pascabom bunuh diri mengguncang Mapolrestabes Medan. andalas|desrin Rumah mertua Dedek di Jalan Marelan 5 Pasar 2 Kelurahan Rengas Pulau digeledah kepolisian pascabom bunuh diri mengguncang Mapolrestabes Medan. andalas|desrin

Medan – andalas Tetangga menyebut Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24), pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, kerap pulang malam. Suara mirip pukulan di dinding juga sering terdengar

"Dia berangkat kerja pagi, pulangnya jam 12 malam, jaranglah ngobrolnya," kata tetangga Rabbial, Syahrul (23), Rabu (13/11).

Syahrul, yang rumahnya bersebelahan dengan pelaku bom bunuh diri di Pasar 1 Marelan Lingkungan 6, Gg Melati 8, Kecamatan Medan Marelan, mengaku jarang berkomunikasi. Bila bertemu hanya tegur sapa.

"Keluarga Rabbial sangat tertutup. Tak tahu kerjanya apa. Katanya ojek online," ujarnya.

Tetangga mengaku tidak curiga terhadap pelaku bom bunuh diri di Medan.

"Pernah kemarin kayak mukul-mukul dinding, mungkin pasang paku. Selebihnya tak ada," ungkapnya.

Hingga tadi malam, warga masih mendatangi rumah Rabbial. Belasan orang terlihat mondar-mandir di depan rumah di Pasar 1 Marelan, Gang Melati 8.

Polisi sebelumnya menggeledah rumah kontrakan Rabbial di Medan Marelan. Dari rumah itu, polisi membawa sejumlah barang berupa kabel, keranjang anyaman, dua anak panah, pipa besi panjang, tas, dan satu koper berwarna hitam.

Dedek sebelumnya tinggal di Jalan Jangka Gang Tentram/Buntu, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah. Namun setelah menikahi Dewi setahun lalu, Dedek bersama sang istri tinggal bersama mertuanya di Jalan Marelan 5 Pasar 2 Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan. Belakangan pindah lagi ke rumah kontrakan di Pasar 1 Marelan Gg Melati.

Sepengetahuan tetangga mertuanya, Dedek bekerja sebagai driver ojek online, sedangkan istrinya sering membantu orangtuanya berjualan lontong pada pagi hari di Jalan Marelan 5 Pasar 2 Barat Lingkungan 17 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan.

“Memang Dewi (istri Dedek) setahun belakangan ini penampilannya berbeda. Setiap hari menggunakan cadar. Keduanya tampak taat sekali beribadah,” kata warga setempat.

Warga pun tidak menduga Rabbial alias Dedek melakukan bom bunuh diri karena berprilaku baik kepada orang lain.

Kepala Lingkungan 17 Kelurahan Rengas Pulau Darmadi mengatakan, tidak mengetahui persis kegiatan Rabbial saat tinggal di rumah mertuanya. “Hingga kini mertuanya masih berjualan lontong pagi dan tidak pernah ada kegiatan yang mencurigakan di rumah itu,” ucapnya.

Sedangkan tetangga Dedek di Jalan Jangka, Fahrizal (32) mengatakan, selain sebagai driver ojol, Dedek juga dikenal aktif sebagai remaja masjid. Dedek memiliki reputasi yang baik di lingkungan tempat tinggalnya.

"Dia (Dedek) sudah lama tinggal di sini. Orangnya baik, dia juga aktif sebagai remaja masjid di lingkungan sini," sebutnya kepada wartawan.

Sementara, Rizky (25), warga lainnya menyebut, selain dikenal baik, Dedek juga merupakan sosok orang yang pendiam dan tertutup. Rizky yang mengaku pernah menjadi kakak kelasnya di bangku SMP ini mengatakan, Dedek juga diketahui tidak pernah terlibat masalah apapun, termasuk perbuatan kriminal.

"Makanya sebetulnya kami nggak menyangka kalau dia bisa menjadi pelaku bom bunuh diri," jelasnya.

Tapi, kata Rizky, Dedek memang sudah jarang kelihatan setelah menikah, setahun yang lalu. Istri Dedek, sehari-harinya berjualan di kawasan Marelan.

"Kalau dibilang dia orangnya nggak bergaul, ya nggak juga. Tapi dia memang lebih sering di rumah ketimbang nongkrong dengan pemuda sekitar," pungkasnya.

Kepala Lingkungan (Kepling) III Kelurahan Sei Putih Barat, Putra mengatakan, setelah menikah pada 2018, Dedek memang tidak tinggal di lingkungannya lagi, melainkan di Marelan.

Namun, saat menjadi warganya, Dedek merupakan orang yang aktif dan bergaul dengan anak seusianya, seperti dalam kepanitian masjid dan siskamling di lingkungannya.

"Profesinya kemarin terakhir sempat jadi driver gojek atau grab gitu. Dia ada empat bersaudara, tapi nggak tahu saya anak keberapa. Sebelumnya Dedek juga sempat tinggal di Aceh, tapi karena tsunami makanya pindah ke sini," terangnya. (DP/DA/DTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px