Log in

Wali Murid di Gayo Lues Ingin Anaknya Belajar di Sekolah

Anwar SPd Anwar SPd

Blangkejeren-andalas Kebanyakan wali murid di Kabupaten Gayo Lues mengiginkan anaknya belajar di sekolah seperti biasa ketimbang belajar jarak jauh. Selain alasan jaringan internet yang tidak ada disemua wilayah dan naik turun, persyaratan belajar tatap muka sesuai peraturan juga sudah terpenuhi.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues Anwar SPd, Rabu 16 September 2020, menanggapi pernyataan juru bicara tim Gugus Kabupaten Gayo Lues dr.Sapwan soal perlunya mengkaji ulang proses belajar tatap muka ditegah meningkatnya kasus covid-19.

Untuk memulai proses belajar tatap muka, ada Empat syarat yang dikeluarkan oleh Kementrian, yaitu wilayah sekolah berada di zona hijau atau kuning, harus mendapatkan izin dari Pemerintah Daerah (Tim Gugus).

"Sekolah siap dalam penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan ada persetujuan dari orang tua siswa, kalau wali murid tidak setuju, boleh anaknya tidak sekolah dan belajar dari jauh, dan kalau sekolah tidak mampu menerapkan protokol kesehatan, boleh sekolah itu belajar jarak jauh," katanya syarat itu sudah terpenuhi.

Meski semua syarat memulai proses belajar tatap muka sudah ada, Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues mengaku akan kembali menggelar rapat dengan Kabid-Kabidnya di Dinas Pendidikan, dan membahas masalah keberlangsungan belajar tatap muka atau harus belajar jarak jauh lagi.

"Memang saya ada mendapat informasi bahwa ada satu siswa yang reaktif rafid tesd, tapi sudah di isolasi oleh orang tua murid itu sendiri, dan sayapun belum tau pasti dari sekolah mana yang reaktif ini, namun ini akan menjadi pembahasan kami saat rapat nantinya," jelasnya.

Jika memang kasus positif terus meningkat di Gayo Lues, solusi yang tepat menurut Kadis Pendidikan adalah melakukan belajar jarak jauh bagi daerah atau desa yang ada pasien positif covid-19, sedangkan bagi daerah atau desa yang tidak ada warganya yang positif covid-19, tetap akan dilakukan belajar tatap muka.

"Hal semacam ini pernah kita lakukan, seperti meliburkan siswa SMP di Kecamatan Pantan Cuaca selama 14 hari saat ada warga disana yang positif covid-19, kedepan juga bisa saja diberlakukan seperti ini, karena orang tua siswa sangat antusias anaknya masuk sekolah," sebutnya. (Nuar)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C