Log in

Tersangka Pembunuh Dua Tahun Silam Dibekuk Polres Gayo Lues

 Kapolres Gayo Lues bersama Kasat Reskrim saat olah TKP di daerah Ise-Ise Kabupaten Aceh Tengah Kapolres Gayo Lues bersama Kasat Reskrim saat olah TKP di daerah Ise-Ise Kabupaten Aceh Tengah

 

Blangkejeren-andalas Aparat Kepolisian Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus pembunuhan warga Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang yang hilang sejak tahun 2018 silam. Pelakunya adalah mantan suami korban yang merupakan warga Kabupaten Aceh Tengah.

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam bersama Kasat Reskrim Iptu Irwansyah SE, Kamis (15/10/2020), saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tersangka di Aceh Tenggah mengatakan, tersangka kasus pembunuhan yang diamankan bernama Ariska Apandi alias Gok (25) warga Desa Kute Baru, Kecamatan Lingge, Aceh Tenggah.

"Kemudian korban yang dibunuhnya bernama Sawari (17) warga Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang. Kasus pembunuhan ini terjadi hari Jumat tanggal 28 Desember 2018 silam, saat itu posisi antaran korban dan tersangka sudah pisah, dan masih berkomunikasi," kata Kapolres.

Dilanjutkan Kasat Reskrim Iptu Irwansyah SE, pengungkapan kasus itu bermula dari laporan orang tua korban atas nama Ridwan warga Desa Badak pada Juli tahun 2020 kemarin, kemudian dilakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi.

Dari beberapa saksi yang kita periksa, TSKnya mengarah kepada mantan suami korban, sehingga kita datanggi TSK ke kediamannya di Aceh Tengah, dan kita lakukan pemeriksaan.

"Setelah satu jam diperiksa, akhirnya TSK ini mengaku telah membunuh mantan istrinya, dan jasatnya dibuang ke semak-semak di dekat pemukiman Ise-Ise, tepatnya sebelah kiri jalan dari arah Gayo Lues menuju Aceh Tengah," jelasnya.

Mendapat informasi itu, tim yang langsung dipimpin Kapolres Gayo Lues langsung menuju ke TKP. Di sana, polisi menemukan tengkorak korban dan beberapa bagian tulang yang sudah tidak utuh. Polisi bersama tim dari PMI langsung mengumpulkan tulang dan baju yang tersisa untuk dibawa ke rumah sakit, yang nantinya akan diserahkan kepada keluarga korban.

Sementara, Ariska Apandi alias Gok (25) warga Desa Kute Baru, Kecamatan Lingge, Aceh Tengah yang ditetapkan sebagai TSK saat diwawancarai Wartawan mengatakan, motif pembunuhan yang dilakukannya akibat sakit hati kepada orang tua mantan istrinya yang tidak pernah menyukainya.

"Saya sakit hati kepada keluarga mantan istri saya itu, karna itu kami bercerai, kemudian kami bertemu lagi akhir tahun 2018 setelah bercerai selama satu tahun, dan mantan saya minta ikut saya, sehingga saya bawa dia ke lokasi ini, dan sebelum saya bunuh, saya sudah merencanakan dengan membeli pisau, setelah saya bunuh, zasatnya saya buang ke semak anak sungai ini, dan sepeda motor jenis Supra X 125 miliknya saya jual dengan harga Rp 7 juta kepada warga Takengon," katanya menceritakan.

Akibat perbuatanya, tersangka terancam hukuman penjara diatas 15 tahun lantaran melakukan pembunuhan berencana, dan Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif lainnya. (Nuar)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C