Log in

Bupas Tgk Amran : Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi Sebuah Pertaruhan Besar

 Bupati Aceh Selatan Tgk Amran saat menyampaikan arahan pada pembukaan sosialisasi dan simulasi PBM di SDN Unggul Tapaktuan. Bupati Aceh Selatan Tgk Amran saat menyampaikan arahan pada pembukaan sosialisasi dan simulasi PBM di SDN Unggul Tapaktuan.

Tapaktuan-andalas Pengaktifan kembali proses belajar mengajar (PBM) dengan sistem tatap muka. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Selatan, menggelar Sosialisasi dan Simulasi Protokol Kesehatan COVID-19.

Kegiatan yang akan berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (2/7/2020) hingga (5/7/2020) itu, dibuka secara simbolis oleh Bupati Aceh Selatan Tgk Amran di Gedung SDN Unggul di Tapaktuan, Kamis (2/7/2020).

Mengawali pidatonya Bupati Tgk Amran mengatakan, pembukaan sekolah di masa pandemi merupakan sebuah pertaruhan besar di dunia pendidikan, hingga saat ini penularan covid-19 di tanah air belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

“Tetapi Kementerian Pendidikan RI menerbitkan regulasi bahwa sekolah yang berada di zona hijau boleh kembali melakukan kegiatan PBM tatap muka setelah mendapat persetujuan pemerintah daerah dan merujuk keputusan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 dalam memulai tahun ajaran baru di tengah pandemi,”katanya.

Menurut bupati, pembelajaran tatap muka di sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan mempersiapkan keran dan tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun, pengukuran suhu tubuh peserta didik sebelum masuk ke lingkungan sekolah, memakai masker dan menyediakan hand sanitizer.

Selain itu, sekolah wajib membuat jarak tempat duduk siswa di kelas dan pembatasan jumlah murid untuk menghindari penumpukan murid di kelas. Sebab, keselamatan, keamanan bagi guru dan peserta didik serta orang tua harus diutamakan guna mengatasi pandemi covid 19.

“Pelaksanaan pendidikan selama masa covid-19 ini, seharusnya menjadi momentum melakukan transformasi melalui kebiasaan baru dalam pendidikan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Pendidikan jalur formal dan nonformal, saling melengkapi dan menggantikan sehingga tidak perlu ada keraguan semua pihak di dunia pendidikan,”harap bupati.

Tgk Amran menyarankan guru atau siswa yang memiliki penyakit penyerta sebaiknya tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar. Selanjutnya, Dinas Pendidikan Aceh Selatan untuk terus berkoordinasi dengan GTPP Covid-19 terkait format pelaksanaan tahun ajaran baru merujuk pada kajian gugus tugas.

“Jika dalam pelaksanaan PBM terjadi penambahan kasus reaktif covid 19, maka sekolah akan kembali ditutup dan kembali belajar secara daring. Karenanya para guru dan anak-anak didik yang mengikuti kegiatan sosialisasi dan simulasi hari ini untuk mematuhi dan melaksanakan aturan telah ditetapkan pemerintah melalui gugus tugas, selalu melakukan pengawasan dan pemantauan serta pendampingan sesuai standar operasional procedur (SOP) Covid-19,”pinta Tgk Amran.

Di akhir acara yang turut dihadiri seluruh unsur Forkopimda Aceh Selatan, Sekda H Nasjuddin SH MM, para Asisten, kepala SKPK, tim GTPP Covid 19, dewan guru, komite sekolah dan anggota dewan itu menyaksikan acara simulasi PBM mulai masuk hingga pulang sekolah yang diperagakan siswa SD 5 Unggul Tapaktuan.(HSP)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C